Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Adian Husaini Pimpin Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia

Selasa, 22 September 2020 | 15:30 WIB Last Updated 2020-09-22T17:31:02Z

Ketua Pembina Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (Dewan Dakwah) KH Prof Dr Didin Hafidhuddin (kiri) dan Ketua Umum KH Dr Adian Husaini, masa bakti 2020-2025 (Dok. Nasional.news)


JAKARTA - Aktifis yang juga cendekiawan muslim KH Dr Adian Husaini, ditetapkan sebagai pemimpin Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (Dewan Dakwah). Adian mengemban amanah ini untuk masa khidmad 2020-2025. 


Rapat pleno Pembina Dewan Dawah juga menetapkan Pengurus inti Dewan Dakwah - selain Adian Husaini sebagai Ketua Umum – yaitu Drs. Avid Solihin, MM sebagai Sekretaris Umum, H. Mohammad Tsauri Halimi sebagai Bendahara Umum, dan H. Bachtiar Bakar sebagai Ketua Pengawas.


Di kesempatan yang sama, Prof. Didin Hafidhuddin ditetapkan sebagai Ketua Pembina Dewan Dawah, menggantikan Prof. Dr. Ir. H. A. M. Saefuddin.  


Penetapan Ketua Pembina dan Ketua Umum Dewan Dakwah diambil dalam Rapat Pleno hari ini, Selasa (22/9/2020) yang berlangsung Kantor Pusat Dewan Da’wah, Jln Kramat Raya 45 Jakarta Pusat. 


Keputusan itu disepakati berdasarkan hasil Musyawarah para anggota Pembina Dewan Dakwah, dipimpin langsung oleh Prof. KH Didin Hafidhuddin. Rapat Pleno dihadiri 11 orang dari 13 orang Pembina yang ada.


Ke-11 anggota Pembina Dewan Da’wah hadir langsung, melalui Zoom, dan mewakilkan kepada angota Pembina lainnya. Mereka adalah: Prof. AM Saefuddin, KH Cholil Ridwan, Ust. Mas’adi Sulthani MA, Dr. Adian Husaini, H. Hardi M. Arifin, Prof. Maman Abdurrahman, Prof. Dr. KH Didin Hafidhuddin, Drs. Harriri Hadi, Taufiq Ismail, KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i dan KH. Abdul Wahid Sahari. 


Dengan hadirnya 11 orang dari 13 orang Pembina Dewan Dakwah dalam Rapat Pleno, maka rapat telah mencapai korum dan keputusan rapat dinyatakan sah.


Pada kesempatan Rapat Pleno ini, Pembina juga membentuk dan mengesahkan Tim Formatur terdiri dari tujuh orang, yang  langsung bekerja.  


Ketujuh orang tersebut, tiga orang dari Pembina, ditambah dengan empat orang dari Pengurus Inti Dewan Da’wah terpilih. Tugas tim formatur adalah menyusun konsep struktur Dewan Dakwah Pusat untuk satu periode kepengurusan kedepan. 


Tim Formatur ini ini juga bertugas melengkapi anggota Pengurus dan Pengawas untuk lima tahun kedepan. Tim Formatur akan bekerja sampai dengan Senin, 28 September 2020 dan akan melaporkan hasil kerjanya pada rapat Pleno Badan Pembina, pada Selasa, 29 september 2020.


Dalam rapat pleno tersebut, Prof. Didin Hafidhuddin sebagai Ketua Badan Pembina terpilih memberi sambutan. Dia menyampaikan rasa terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. 


“Memimpin Dewan Dakwah ini sangat berat tetapi merupakan tugas yang sangat mulia, karena meneruskan kepemimpinan Allahuyarham Bapak Mohammad Natsir,” ujarnya seperti keterangan tertulis Humas Dewan Dakwah diterima media Nasional, Selasa (22/9/2020).


Didin mengharapkan dukungan penuh dari para stake holder Dewan Dakwah. Sebagai Ketua Pembina, Didin menyatakan akan berusaha semaksimal mungkin untuk memajukan Dewan Dakwah menjadi organisasi dakwah yang kuat, solid dan menjadi teladan.  


Selain itu, tiga pilar dakwah yaitu Masjid, Kampus, Pesantren, harus mendapatkan prioritas dalam penguatan program dakwah. Tentu saja ini menjadi tugas para pengurus baru  Dewan Da’wah yang saat ini sedang disusun oleh Tim Formatur.


Adapun Prof. Dr. Ir. H.A.M. Saefuddin, yang menyerahkan jabatan Ketua Pembina kepada Prof. Didin, menyampaikan permohonan maaf kepada para Pembina, Pengurus dan Pengawas Dewan Da’wah beserta seluruh jajarannya. 


“Jika selama dua periode kepemimpinan saya ada kekurangan maupun hal-hal yang kurang berkenan, saya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya. Semoga Pimpinan dan kepengurusan yang baru akan lebih baik lagi dan membawa kemajuan untuk Dewan Dakwah,” ujarnya.


Prof. AM Saefuddin seharusnya masih menjabat Ketua Badan Pembina Dewan Dakwah sampai Februari 2021. Tetapi, demi kemaslahatan dan kemajuan Dewan Dakwah, dia memilih berhenti dan menyerahkan kepemimpinan Dewan Dakwah kepada Prof. KH Didin Hafidhuddin.


Sementara itu, dari ruang kerjanya, Ust. Muhammad Siddik, yang mengakhiri masa baktinya sebagai Ketua Umum Dewan Da’wah periode 2015-2020, juga menyampaikan permohonan maafnya. 


“Saya mohon dimaafkan oleh semua stakeholder, baik jamaah Dewan Dakwah, Pengurus Dewan Dakwah, yang di Pusat maupun daerah atas kekurangan-kekurangan itu, dan mudah-mudah amal kita semua diterima Allah SWT,” harap Ust. Siddik.


Siddik berharap semoga Pengurus yang baru dapat mengerjakan apa-apa yang belum dikerjakan di masa kepengurusannya.

×