Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pandemi Tak Halangi 43 Dai Sarjana STAIL Mengabdi ke Penjuru Negeri

Sabtu, 26 September 2020 | 12:30 WIB Last Updated 2020-09-30T17:39:38Z

Keluarga dan sanak kerabat dai sarjana turut menyaksikan wisuda dan penugasan yang digelar secara virtual STAIL Luqman al Hakim  (Foto: Khairul Hibri/ Nasional.news)


SURABAYA - Meski pandemi masih berlanjut hingga saat ini. Komitmen STAI Luqman al-Hakim, Surabaya, untuk terus berkontribusi dalam mencerdaskan anak bangsa tak surut. 


Hal itu dibuktikan dengan digelarnya wisuda dan penugasan kader dai sarjana yang digelar secara virtual, Sabtu (26/9/2020). 


Sebanyak 43 lulusan, ditebar ke penjuru pelosok Nusantara. Termasuk wilayah paling Timur; Papua. 


"Sudah menjadi komitmen dari STAIL, untuk terus konsisten mengirimkan alumni-alumni ke daerah-daerah. Mengajar di sana, khususnya daerah pedalaman. Memberi pencerahan kepada masyarakat. Karena nyatanya, masih banyak masyarakat yang belum tersentuh," terang Dr. Mashud, M.Si, ketua STAI Luqman al-Hakim.


Mashud memberi contoh, apa yang dilakukan oleh Nur Hadi, salah seorang alumni. Beberapa tahun terakhir, aktif mengabdikan diri di pedalaman Maluku, untuk membina suku Tugotil, yang hidup dengan pola nomaden (berpindah-pindah dari hutan ke hutan).


"Alhamdulilkah. Sudah banyak mereka yang masuk Islam," ungkap lulusan doktoral UIN Sunan Ampel, Surabaya ini. 


Misi itu pula yang diberikan kepada lulusan kali ini. Mampu memberikan sumbangsih nyata, dalam mencerdaskan dan mengangkat derajat anak bangsa, sesuai dengan skil dan kemampuan yang di miliki. 


"Terlebih di masa pandemi ini. Di mana masyarakat mendapat goncangan yang cukup keras. Mereka butuh penguat dan pencerahan. Terutama, aspek spiritualitas," ungkap Mashud.

Dengan demikian, harapannya, optimisme masyarakat dalam menjalani kehidupan terbangun. Sehingga terus semangat melakukan gerakan-gerakan positif dan produktif, termasuk perbaikan ekonomi. Minimal untuk lingkup kecil; keluarga. 


Sambutan Hangat

Sementara itu, Refra, salah seorang alumni yang ditugaskan  ke Papua, mengaku sangat antusias dalam menerima amanah. 


Pemuda asal Maluku ini, bertekat untuk melaksanakan amanah sebaik mungkin. Ia pun meminta  agar terus didoakan, supaya diberi kemudahan dalam menjalankan amanah. 


"Iringan doa dari orangtua, para guru, masyarakat Indonesia, sangat kami butuhkan dalam menjalankan tugas ini. Mudah-mudahan diberkahi," doanya.  (Khairul Hibri) 

×