Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Resah Seks Bebas, BMOIWI Minta Waspadai Materi "Sexual Consent"

Kamis, 24 September 2020 | 18:38 WIB Last Updated 2020-09-25T11:53:39Z


JAKARTA - Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) menyampaikan kekhawatiran terkait kian merebaknya seks bebas dan menyatakan rasa keprihatinan atas kondisi tersebut. 


Dalam pada itu BMOIWI pula menyoroti kontroversi pendidikan seks yang merebak di masyarakat dengan adanya materi "sexual consent".


Ketua Presidium BMOIWI Dr. Hj. Sabriati Aziz, M.Pd.I mengatakan materi sexual consent harus diwaspadai dan meminta agar segera diatasi karena tidak sesuai nilai-nilai moral berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan  nilai agama.


"Pengajaran sexual consent dengan prinsip persetujuan dan kesepakatan, yang diberikan dalam pendidikan formal dan nonformal, sangat tidak sesuai dengan UU Sisdiknas No 20/2003 yang di dalamnya sangat menekankan pendidikan moral dan keagamaan bagi peserta didik," kata Sabriati dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/9/2020).  


Melihat perkembangan akhir-akhir ini terkait maraknya seks bebas di kalangan remaja bahkan di usia anak serta LGBT semakin merajalela. Kondisi itu, menurut Sabriati, sangat bertentangan dengan nIlai keindonesiaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, serta nilai moral dan agama. 

  

Dia menegaskan, pihaknya menolak model dan paradigma Comprehensive Sexuality Education (CSE) dengan berorientasi pada kebebasan HAM dan paham feminisme, yang sangat mempengaruhi perkembangan kesehatan mental dan perilaku anak-anak prasekolah dan usia sekolah dan manusia dewasa lainnya.


"Pemerintah dan stakeholder lainnya hendaknya bersama-sama melakukan tindakan preventif dan melibatkan orangtua guna menghindari ruang-ruang kejahatan seksual sesuai nilai-nilai moral agama dan bangsa Indonesia," imbuhnya. 


Pihaknya juga menghimbau kepada ormas dan terkhusus ormas muslimah dan lembaga lainnya ataupun perseorangan untuk terus menjaga generasi bangsa dengan menolak materi sexual consent baik dalam pengajaran ataupun dalam konsep perundangan.


Dia menegaskan, materi dalam Sexual Consent berpotensi menjerumuskan bangsa Indonesia kepada  kebebasan seksual yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta ajaran agama yang berlaku di Indonesia. 

×