Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Soal Aksi Vandalisme di Masjid, Psikolog Reza Indragiri Ingatkan Hal Ini

Rabu, 30 September 2020 | 23:00 WIB Last Updated 2020-09-30T17:21:57Z

Reza Indragiri Amriel

BANTEN - Ahli psikologi forensik Reza Indragiri Amriel mengatakan depresi bukan tipe gangguan jiwa yang mendapat dispensasi hukum. Karena itu, untuk kepentingan pengobatan klinis, perlu dicari tahu sebab-musabab depresinya.


Hal ini diutarakan Reza merespon aksi vandalisme yang dilakukan seorang pemuda yang disebut stress atau depresi di Mushala Darussalam, Perum Villa Tangerang Elok, Kelurahan Kutajaya Kecamatan, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten.


Reza juga mengingatkan bahwa mestinya ada pihak yang bertanggung jawab menjaga orang yang mengalami gangguan jiwa ini, tapi lalai.


"Sehingga orang sakit jiwa tersebut berkeliaran apalagi membahayakan orang lain dan lingkungan sekitar, bisa dikenai pidana," kata Reza dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/9/2020). 


Reza menyebutkan, hanya sepertiga pengidap depresi yang mendemonstrasikan amarah hebat secara tiba-tiba. Depresi, karena lebih berasosiasi dengan kesedihan dan keputusasaan yang mendalam, kerap disebut para ilmuwan sebagai gerbang bunuh diri. 


Alhasil, menurut Reza, perlu ada penjagaan yang siaga dan sebaik-baiknya terhadap tersangka pelaku yang dianggap mengidap depresi ini. 


"Jangan sampai terjadi perbuatan fatal di dalam ruang tahanan yang membuat kasus berhenti di kantor polisi," katanya. 


Adapun mengenai penanganan hukum atas kasus Tangerang menurutnya akan bisa sedikit banyak mendongkrak kepercayaan publik pada otoritas penegakan hukum. 


"Publik kadung skeptis terhadap kerja hukum pada kasus-kasus penganiayaan ulama yang para pelakunya disebut punya gangguan jiwa dan kasusnya setop begitu saja," tandasnya. 


Diketahui, tindakan kekerasan yang menyasar objek tertentu menyasar tokoh agama. Sebelumnya, pendakwah Syekh Ali Jaber ditusuk orang tak dikenal di Lampung. 


Syekh Ali Jaber mendadak ditusuk saat sedang berceramah. Pelakunya sempat disebut gangguan jiwa atau gila. 


Pihak kepolisian bergerak cepat mengungkap kasus tersebut dan mendalami motif pelaku penusukan terhadap pendakwah kelahiran Madinah berusia 44 tahun tersebut.

×