Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Webinar Pra-munas Hidayatullah Soroti Pemuda dan Problem Kebangsaan

Rabu, 16 September 2020 | 08:56 WIB Last Updated 2020-09-18T02:02:46Z

Tangkapan layar webinar pra Munas Hidayatullah (dok/ nasional.news)

JAKARTA - Sebagai rangkaian acara menyambut Munas kelima yang akan akan digelar secara virtual, Hidayatullah menyelenggarakan webinar bertajuk "Perlukan Millenial Muslim Berorganisasi" yang juga menyoroti peran pemuda dalam perannya mengentaskan problem kebangsaan. 


Dalam penyampaiannya sebagai salah satu narasumber, Ketua Umum Pemuda Hidayatullah, Imam Nawawi mengatakan, dengan banyaknya persoalan yang dihadapi bangsa saat ini seperti kemiskinan, putus sekolah, pandemi, sesungguhnya tidak akan bisa dilakukan penyelesainnya sendiri-sendiri.


Menurutnya dibutuhkannya upaya bersama terutama dari kaum milenial untuk bergerak dalam satu roda.


"Banyak tantangan dan persoalan bangsa yang setiap hari muncul. Tentunya dibutuhkan upaya bersama untuk menyelesaikan persoalan ini," ucap penulis buku Mindset Surga ini sebagaimana siaran pers panitia Munas V(irtual) Hidayatullah kepada media, Rabu (16/09/2020).


Imam menjelaskan, jikalau melihat perkembangan zaman teknologi untuk saat ini, sesungguhnya manusia bisa saja bersantai-santai dan tidak lagi banyak melakukan aktivitas. Misalnya, memesan makanan bisa secara daring, belajar jarak jauh, dan sebagainya.


Namun, Imam mengatakan, sesungguhnya kehidupan itu bukan sebatas memenuhi kebutuhan pribadi saja, banyak hal yang mestinya bisa dilakukan bersama.


"Sebagai manusia, kita tidak dapat melakukan apa saja secara sendiri secara terus menerus, karena hal tersebut sebagai konsekuensi menjadi manusia. Akan banyak hal yang bisa dilakukan jika kita bersama-sama," jelasnya.


Hal tersebutlah yang menjadikan alasan mengapa organisasi sangat penting terlebih lagi di kalangan milenial. Imam menjelaskan bagaimana sesungguhnya sistem organisasi seperti layaknya tubuh manusia.


"Organisasi itu layakanya tubuh manusia. Yang terbagi menjadi beberapa bagian dengan fungsi dan kelebihannya masing-masing. Sesungguhnya kita akan merasakan kemanafatan yang sangat besar jika setiap fungsi itu berjalan dengan baik," terang Imam.


Imam mengimbuhkan, sesungguhnya organisasi juga harus memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat. 


"Organisasi harus benar-benar menampakkan jati dirinya. Tidak boleh sekadar nama saja. Sehingga upaya menebarkan manfaat dapat berjalan dengan baik," ujarnya.


Menurutnya, generasi milenial sesungguhnya harus mampu berpikir jauh ke depan atas apa yang akan terjadi dan juga berpikir kritis. 


“Sehingga persoalan-persoalan yang akan dan sedang dihadapi bangsa dapat segera teratasi," ujarnya.


Sementara itu, Ketua Umum Pemuda Dewan Masjid Indonesia (DMI) Arief Rosyid, mengatakan, umat Islam di Indonesia mempunyai pekerjaan rumah yang amat besar terkait perkembangan okonomi Islam.

Tangkapan layar webinar pra Munas Hidayatullah (dok/ nasional.news)


Menurutnya, pandemi Covid-19 merupakan suatu kesempatan besar untuk membuktikan bahwa Islam merupakan sebuah solusi, terkhusus di bidang ekonomi.


“Kita mempunyai PR bagaimana agar ekonomi Islam dapat secepetnya bangkit. Pandemi kali ini merupakan sebuah kesempatan besar untuk membuktikan bahwa ekonomi Islam merupakan sebuah solusi,” ujar Arief.


Dalam suatu krisis, jelas Arief, keadaan biasanya dapat berbalik 180 derajat. Maka jika kita seringkali mengeluh akan ekonomi Islam yang lesu, mungkin inilah saat kebangkitanya, jelasnya.


Arief mengapresiasi Hidayatullah yang secara konsisten memerhatikan dan berusaha menumbuhkan ekonomi umat. 


“Sebuah apresiasi yang sangat besar kepada Hidayatullah, karena secara istiqamah memerhatikan tumbuhnya ekonomi Islam,” ucapnya.


Dengan banyaknya organisasi Islam, terkhusus kepemudaan Islam, Arief berpendapat bahwa membangun kebangkitan ekonomi Islam tidak bisa dibebankan kepada satu organisasi saja. 


Dibutuhkan upaya bersama-sama sehingga apa yang diharapkan dapat segera tercapai. Karena itu Arief berharap berbagai perbedaan seperti pandangan politik dan lain sebagainya bukan menjadi persoalan untuk bersatu.


“Dengan banyaknya pemuda organisasi Islam, tentunya suatu kesyukuran. Karena upaya mendorong kebangkitan ekonomi umat dapat segera tercapai. Ini merupakan tanggung jawab bersama. Jika hanya masalah perbedaan pandangan politik, itu jangan jadi penghalang,” pungkas Arief.

×