Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Dirjen PKTrans Kunker ke Pelosok, Kali Ini ke Kalimantan Utara

Selasa, 27 Oktober 2020 | 13:30 WIB Last Updated 2020-11-01T10:30:21Z

Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa) M Nurdin berkacamata hitam (Foto: Twitter @DitjenPKTrans)

BULUNGAN - Jika ada pejabat yang begitu gesit dan tanpa lelah turun ke bawah, maka tak salah jika menyebut M Nurdin salah satunya. Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa) ini rutin berkeliling menjumpai masyarakat. 


Tak jarang daerah yang didatangi adalah kawasan pelosok, pedalaman, terpencil dan terluar. Sebagai pejabat yang diamanahi mengurusi masalah transmigrasi, Nurdin saban waktu terjun langsung memantau kondisi riil di lapangan. 


Kali ini ia melakukan kunjungan kerja ke salah satu Kawasan Transmigrasi yang terletak di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Senin (26/10/2020). Lokasi yang dikunjungi adalah Satuan Permukiman (SP3) Tanjung Buka.


Dalam kunkernya Dirjen PKTrans beserta rombongan melakukan berbagai kegiatan di SP3 Tanjung Buka. Salah satunya adalah penanaman perdana pada program perluasan areal tanam baru Tahun 2020 yang juga didampingi oleh Bupati Bulungan, Perwakilan Kantor Tanah Kabupaten Bulungan, dan Perwakilan Kantor Staff Presiden.


Kegiatan selanjutnya yang dilakukan dalam kunjungan kerja Dirjen PKTrans beserta rombongan adalah melalukan peninjauan pada peternakan milik salah satu warga UPT Tanjung Buka SP3 yang berhasil mengembangkan dan mengolah pupuk dari kotoran sapi. 


Selain mengolah kotoran sapi menjadi pupuk, Dirjen meninjau langsung kegiatan warga di UPT Tanjung Buka SP3 yang sudah berhasil mengembangbiakkan ternak sapi sebanyak enam ekor.


Melanjutkan rangkaian kunjungan kerja, rombongan juga mengunjungi Himpunan Wirausaha Transmigrasi Tanjung Buka SP3 yang disambut oleh wanita-wanita yang tergabung dalam Kelompok HW-Trans "Pasti Bisa". 


Berbagai produk hasil produksi HW-Trans “Pasti Bisa” disajikan, mulai dari hasil olahan makanan ringan, minuman kaya khasiat yang terbuat dari jahe dan kunyit. Produk hasil olahan HW-Trans “Pasti Bisa” ini juga sudah mulai dipasarkan ke Bulungan dan daerah sekitarnya.


Agenda selanjutnya di UPT Tanjung Buka SP3, Dirjen PKTrans beserta rombongan mengunjungi kebun cabe keriting milik salah satu transmigran yang tumbuh subur dan sukses panen beberapa kali. Hasil panen cabe keriting yang berlimpah menjadi motivasi untuk transmigran lainnya mulai menanam cabe keriting.


Hasil panen cabe keriting juga sudah mulai dipasarkan ke sekitar dan keluar Kabupaten Bulungan. Pemilik kebun cabe pun mendapat bantuan alat semprot modern tanaman cabe dari Pemerintah Kabupaten Bulungan, yang diharapkan dapat membantu memudahkan dan menghasilkan panen yang lebih banyak.


Agenda terakhir, Dirjen PKTrans berdialog dengan warga UPT Tanjung Buka SP3 di Balai Desa sekaligus memberikan bantuan alat pengolah jahe kepada HW -Trans "Pasti Bisa" yang berhasil mengolah jahe dan kunyit menjadi minuman dan dikemas menjadi produk yang menarik yang diharapkan dapat membantu dan menaikkan nilai jual produk hasil HW-Trans kedepannya.


Hari kedua kunjungan kerja pada Selasa (27/10/2020), M. Nurdin melakukan rapat virtual mengenai Fasilitasi Penyelesaian Permasalahan Pertanahan Transmigrasi di Kantor Bupati Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.


Dalam rapat permasalahan pertanahan transmigrasi di Provinsi Kalimantan Utara ini diikuti dan dibuka secara virtual oleh Wakil Menteri ATR / BPN, Surya Tjandra. Secara garis besar Dirjen PKTrans memaparkan permasalahan tanah di kawasan transmigrasi Provinsi Kalimantan Utara.


Sejauh ini permasalahan utama yang sedang dihadapi antara lain legalitas, kawasan perhutanan, konflik lokal, hingga sengketa dengan perusahaan di Kawasan Transmigrasi.


Menurut Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), sesuai dengan arahan Presiden, mengenai reforma agraria harus cepat diselesaikan untuk memberikan kepastian hukum dan kesejahteraan masyarakat.


Dengan adanya rapat ini, diharapkan antar Kementerian dan Lembaga saling berkontribusi dalam mengindentifikasi dan menyelesaikan permasalahan pertanahan untuk menemukan solusi yang efektif dan terbaik untuk masyarakat.

×
Wakaf Yuk Amal Abadi ++