Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Gunakan Teknologi Iradiasi, Produk Liza Herbal International Lebih Unggul

Senin, 07 Desember 2020 | 15:17 WIB Last Updated 2020-12-07T08:20:38Z

Salah satu produk teh herbal dari Liza Herbal International (Foto: Facebook LHI/ Nasional.news)

JAKARTA - Produsen obat dan bahan konsumsi herbal PT Liza Herbal International (LHI) memiliki keunggulan produk dan lebih memberikan manfaat yang besar karena menggunakan teknologi iradiasi. 


Hal itu diungkapkan Production Planning and Inventory Control Manager (PPIC Manager) PT Liza Herbal International, Rudi Permana, pada  webinar Peran Iradiator Gamma Merah Putih dalam Meningkatkan Kualitas dan Keamanan Pangan, Ahad (06/12/2020).


"Penggunaan teknologi iradiasi untuk obat herbal produksi kami memberikan manfaat yang sangat besar, kami dapat menghemat biaya produksi secara signifikan karena umur simpan produk kami menjadi lebih lama," ungkap Rudi Permana.


Dia menyebutkan, semula pihaknya hanya dapat memproduksi kurang lebih 4.000 botol perbulan, sekarang LHI dapat memproduksi belasan ribu botol perbulannya. 


"Hal ini tentu saja memberikan keuntungan yang besar untuk perusahaan kami," kata Rudi seperti dikutip dari laman resmi Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).


PT Liza Herbal International sendiri merupakan produsen obat herbal. Terbuat dari tanaman dan rempah yang alami, obat herbal memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki efek samping. PT Liza Herbal Internasional telah menggunakan jasa iradiasi BATAN untuk mengawetkan produknya sejak tahun 2008.


"Sebelum diiradiasi waktu simpan produk herbal kami rata-rata hanya 3– 4 bulan, kami seringkali membuang sisa sisa produk yang tidak terpakai. Namun sejak menggunakan teknologi iradiasi masa simpannya hingga 2 tahun 3 bulan," jelas Rudi.


Rudi melanjutkan, yang menjadi kelemahan iradiasi untuk produk LHI adalah banyaknya masyarakat yang masih meragukan hasil produk yang telah diiradiasi, mereka masih takut akan efek samping hasil iradiasi. Hal ini menurutnya dimungkinkan karena pemahaman yang kurang pada masyarakat mengenai iradiasi. 


"Kelemahan yang lain adalah irradiator tidak bisa mengiradiasi produk yang menggunakan gelas kemasan, karena hasil radiasi akan membuat kemasan gelas berubah warna," tambahnya.  


PT Liza Herbal International membawa semua hasil produksinya ke Iradiator Gamma Merah Putih, PT LHI melakukan uji laboratorium pada produknya sebelum dan sesudah iradiasi, hasil dari uji lab menunjukan angka yang masih berada dalam standar BPOM.


Indra Milyardi, Subkoordinator Loka Iradiator Gamma Merah Putih – BATAN, mengungkap bahwa Iradiator Gamma Merah Putih per tahun setidaknya telah melakukan iradiasi 1.000 ton produk. Produk terbanyak berasal dari produk herbal, kemudian pangan, alat kesehatan, kosmetik dan lain-lain.

×
Wakaf Yuk Amal Abadi ++