Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Inilah yang Harus Diketahui Sebelum Bisnis Frozen Food di Masa Pandemi

Jumat, 25 Desember 2020 | 17:40 WIB Last Updated 2020-12-25T10:48:44Z


Oleh Annisya Chusna Chotami

DALAM keadaan seperti masa pandemi sekarang ini, kita mengadapi situasi yang tidak menentu. Belum lagi banyak kebijakan baru yang simpang siur dikeluarkan pemerintah dengan dalih keamanan dan kesehatan bersama. 


Diantara kebijakan  itu adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kita harus jaga jarak (social distancing), ada juga regulasi lockdown lokal dan lain sebagainya. Kebijakan itu akhirnya mengharuskan kita tetap diam di rumah.


Dalam situasi abnormal semacam itu, tidak sedikit orang pun menjadi kebingungan. Mereka tidak bisa berpenghasilan seperti biasanya karena jam kerja yang juga tak menentu, bahkan tidak sedikit yang harus putus hubungan kerja alias PHK. 


Namun, ada yang tetap tegar dan bertahan di tengah pandemi yang sudah berlangsung nyaris setahun ini. Diantara resolusi dalam beradaptasi dengan kondisi ini adalah dengan berjualan online. 


Dengan berjualan online, ini memudahkan sebab kita tak perlu selalu keluar rumah kecuali untuk kepentingan mendesak. Kebiasan baru pun dimulai di sini seperti bekerja dari rumah (work from home), belajar online, dan sebagainya. 


Lambat laun, karena adanya kenormalan baru tersebut tersebut, membuat masyarakat jarang berbelanja keluar rumah. Mereka cukup berbelanja online atau berjualan online. 


Salah satu bisnis yang sangat potensial dan cukup diminati di masa pandemi seperti ini adalah bisnis frozen food. Apa itu frozen food? Frozen food adalah bisnis olahan makanan beku berupa makanan yang dibekukan dengan tujuan untuk mengawetkan makanan hingga siap dimakan. 


Nah, dalam kesempatan kali ini, saya akan sedikit membahas tentang peluang bisnis frozen food di masa realitas baru (new reality) ini. 


Frozen food sepertinya sudah menjadi kebutuhan tersendiri saat ini di tengah kondisi yang mengharuskan kita tetap di rumah. 


Peluang bisnis ini pun kini melesat. Selain tujuannya untuk mendapatkan keuntungan, bisnis frozen food juga membantu memudahkan dalam pelaksanaan kebijakan yang mengharuskan tetap diam di rumah. 


Apalagi, untuk para milenial ini, tentu ini akan sangat membantu. Mereka ingin semuanya serba instan tapi tetap sehat, meminimalisir tenaga dan juga waktunya. Frozen food pada situasi seperti ini trendnya sangat meningkat, baik itu berupa makanan, ataupun cemilan.


Selain potensi demand-nya yang relatif tinggi, frozen food adalah bisnis yang long term (jangka panjang) dan telah terbukti sejak lama. Apalagi di masa pandemi seperti ini, frozen food akan menjadi behavior konsumen di masa depan. 


Dengan adanya produk frozen food ini akan lebih luas menjangkau konsumen, karena bisa juga dijual secara online. 


Sampai saat ini banyak media yang menyediakan produk frozen food, baik itu media sosial seperti Tiktok, Instagram, Facebook, Whatsapp, dan lain sebagainya. 


Ada juga yang menjual di market place untuk lebih menjangkau masyarakat luas seperti Shopee, Lazada, Tokopedia, Bukalapak, dan lain sebagainya.


Nah, kira-kira apa saja sih yang harus di siapkan dalam bisnis frozen food? Bagi Anda yang ingin memulai usaha ini, perlu mengetahui dan meresapsi beberapa bekal penting di bawah ini, yaitu: 


1. Niat

Untuk memulai bisnis ini, niat Anda kudu mantap. Jangan sampai sudah memulai tapi malah berhenti tengah jalan. Niat itu modal utama. Segala sesuatu harus didasarkan pada niat yang kuat agar dapat totalitas dalam menjalankan bisnisnya. 


Kemudian, niat itu harus berbanding lurus dengan keyakinan dan konsistensi (istiqamah). Yakinilah dengan mantap bahwa bisnis yang akan kita jalani ini akan dikembangkan dengan baik dan berfikir besar untuk mendapat keuntungan juga untuk membantu memudahkan orang dalam membeli dan memilih makanan.


2. Teamwork

Tim kerja harus solid. Sumber daya manusia ini penting karena kita memang makhluk sosial, bukan makluk astral. Kita juga mempunyai keterbatasan tenaga, mental, dan pikiran. Jika semuanya dilakukan sendiri maka akan menjadi kemungkinan bisnis ini tidak akan maju. 


Teamwork ini perlu betul betul Anda pikirkan dengan matang. Ada harus menyiapkan tim juru masak, tim admin, tim packaging, dan tim pengiriman. Dan tentunya kita perlu peralatan yang memadai guna berjalannya bisnis frozen food seperti peralatan dapur masak, plastik kemasan, mesin pemanas dan perekat plastik (sealer), mesin untuk menyedot udara yang ada pada kemasan (vacum) dan sebagainya.


3. Diversifikasi

Anda juga harus melakukan diversifikasi produk untuk memastikan jangkauan pasar dan kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan market. Ada 2 yang sangat laris di frozen food yaitu makanan pokok dan snack makanan pokok. Produk ini bisa berupa lauk pauk seperti ikan, ayam, daging sapi, daging bebek, dimsum dan lain sebagainya. 


Atau produk olahannya seperti bakso, nugget, dan lain sebaginya. Snacknya ini bisa berupa risol, cireng, baso aci, dan lain sebagainya. Yang dikemas menjadi frozen dan kemudian bisa dijualkan secara meluas.


Ketahui Risiko


Selain dari pada peluang besarnya bisnis frozen food, ternyata setelah berjalannya bisnis frozen food juga sangat beresiko, kira-kira apa saja nih resiko yang akan dihadapi ketika memulai bisnis frozen food?


1. Tidak tahan lama

Frozen food memang memiliki kekuatan tahan yang cukup lama, ini berlaku hanya untuk yang disimpan beku saja, kurun waktunya bisa tahan hingga 12 bulan. Maka, jika begitu

hanya bisa dijual offline saja. Lalu bagaimana dengan jual online? jawabannya, masih tetap bisa dikirim, namun harus menggunakan bahan pengawet dan dikemas secara maksimal.


2. Kompetitor

Sebetulnya pada semua bidang usaha selalu ada kompetitor dan itu adalah hal yang normal. Kompetitor di sektor bisnis makanan beku ini pun dimaskuki oleh banyak pemain dan mereka itu menjadi kompetitor positif yang akan memacu kita untuk terus berinovasi. 


3. Mengelola biaya

Semua bisnis memang butuh modal, begitupun dalam usaha frozen food. Karena bisnis frozen food ini akan berlanjut jangka panjang, maka untuk mempersiapkan dengan maksimal maka harus banyak membeli peralatan yang kuat, terjamin dan mumpuni. Untuk itu, langkah awal dalam berbisnis makanan beku ini pastilah butuh biaya yang besar.


Tapi, tenang saja, di sini saya juga akan jelaskan sedikit bagaimana me-manage resiko bisnis fozen food dengan baik untuk mememinimalkan timbulnya risiko. 


Berbicara tentang mengelola bisnis itu sama saja dengan kita mengelola resiko. Seperti merekrut karyawan, mengeksekusi proyek, meluncurkan produk baru, upgrading system produksi. 


Dalam risiko bisnis ini, mempunyai dua hal yang akan terjadi yaitu kerugian dan keuntungan. Berikut komponen risiko berdasarkan manajemen resiko dalam bisnis frozen food:


1. Market Risk

Resiko ini bisa berasal dari konsumen, karena adanya peluncuran produk baru atau brand baru yang belum banyak dikenal oleh masyarakat, menyebabkan kecilnya peluang penjualan. Sedangkan produk lama bisa menjadi peluang besar, karena telah dikenal dan telah tau spesifikasi produknya sehingga membuat konsumen repeat order.


2. Financial Risk

Berhubungan dengan dua hal yaitu pendapatan dan pengeluaran. Bisnis ini akan bertahan apabila pendapatan lebih besar dari pada pengeluaran. Dengan ini, oenulisan arus kas atau buku kas harus baik. Guna kita bisa melihat seberapa besar pengeluaran dan pendapatannya.


3. Operasional Risk

Ini tergantung pada penggunaan peralatan produksi, sistem perekrutan karyawan dan sistem pemesanan produk. Mekanismenya perlu benar-benar diukur, ditelaah dan dikelola dengan maksimal. 


4. Projeck Risk

Hukum Murphy’s menyebabkan, sebagian pekerjaan manajemen proyek berhubungan dengan manajemen resiko. Dalam hal ini, manajemen proyek akan selesai tepat waktu sesuai dengan anggaran biaya yang tersedia dan spesifikasi dipenuhi oleh pemilik proyek.


5. Regulatory Risk

Risiko bisa berasal dari berubahan peraturan. Peraturan dibuat untuk mengatur lingkungan bisnis agar berjalan secara sehat. Untuk memulai suatu usaha yang maksimal dengan target yang besar, maka harus dengan proses yang sangat panjang juga untuk melaluinya. 


Itulah beberapa pandangan yang bisa saya kemukakan. Pada beberapa penjelasan mungkin belum sepenuhnya secara detail dapat dipahami, namun point saya adalah bagaimana kita memulai melakukan sesuatu sejak di masa muda. 


Mulai aja dulu. Jika ada peluang, mengapa kita tinggalkan ? Yuk, sama-sama kita menjadi pengusaha sukses dari sekarang.


*)Annisya Chusna Chotami, penulis adalah mahasiswa jurusan bisnis STEI SEBI

×
Dari JempolKU Beramal+