Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Ketika Anda Bingung Memilih Menjadi Bisnisman atau Karyawan

Senin, 14 Desember 2020 | 11:02 WIB Last Updated 2020-12-15T01:08:35Z


TIDAK dapat dipungkiri lagi pada zaman sekarang ini banyak orang yang berdebat tentang apa yang lebih "unggul" antara pengusaha atau karyawan. Apa yang lebih bergengsi, menjadi bisnisman atau karyawan?. 


Nampaknya, perdebatan seperti ini tidak akan pernah selesai karena memang keduanya memiliki kekurangan dan kelebihannya masing masing. Dan, tentu saja, pilihan tersebut tergantung pula pada passion masing-masing orang. 


Sudah hampir dua dekade dunia ini sibuk melahirkan pengusaha-pengusah muda dan banyak sekali media hingga industri pendidikan berlomba-lomba memberikan tips dan trik untuk menjadi pengusaha. 


Dan, banyak sekali yang mengatakan, baik itu di seminar-seminar atau artikel, bahwa menjadi pengusaha atau membangun bisnis itu lebih baik dibandingkan menjadi karyawan. 


Walaupun demikian, banyak orang yang lebih memilih menjadi karyawan dikarenakan adanya anggapan berbisnis itu lebih memiliki resiko yang tinggi. 


Meskipun berbisnis memiliki kemungkinan untuk mendapatkan uang lebih banyak, namun hal itu sejalan juga dengan resiko yang muncul. 


Tidak semua bisnis bisa berjalan lancar dan langsung menghasilkan untung, apalagi jika baru menjalankan beberapa saat. Selalu ada kemungkinan bisnis yang dijalankan akan mengalami hambatan atau bahkan kegagalan. 


Tantangan hal semacam itu bisa membuat pemiliknya harus mengeluarkan uang lebih banyak, tenaga, fikiran atau bahkan bangkrut. Hal tersebutlah yang membuat banyak orang yang takut untuk berbisnis.


Resiko yang ada dalam bisnis membuat banyak orang merasa kalau jalan tersebut tidak aman. Selain itu, akan lebih banyak hal yang dikorbankan dalam menjalankan bisnis terutama waktu dan tenaga. 


Jika bekerja di kantor hanya membutuhkan waktu misalnya dari jam 9 sampai 5 sore, maka berbisnis bisa membutuhkan waktu 24 jam dalam sehari. 


Tenaga yang dicurahkan pun lebih besar dibandingkan bekerja sebagai karyawan, apalagi bagi bisnis yang belum terkapitalisasi dan belum banyak memiliki SDM. 


Sebagaki karyawan, ketika waktu pulang kerja tandanya semua beban pekerjaan kita pada hari itu selesai. Kta tinggal pulang ke rumah dan tidak lagi memikirkan pekerjaan kita di kantor.


Tetapi jka kita menjadi seorang pebisnis atau pengusaha, kita akan sulit keluar dari mode kerja kita. Apalagi bisnis yang kita jalani cukup besar dan sumber daya manusianya masih sedikit, otomatis kita sebagai owner akan cukup sibuk mengatur bisnis kita.


Keuntungannya tergantung pada bisnis apa yang kita jalani. Jika bisnis yang kita geluti sudah dapat berjalan sendiri atau kita mempunyai seorang manajer yang mengatur jalannya bisnis kita tanpa harus kita awasi terus-menerus, maka hal itu akan menjadi sebuah keuntungan tersendiri sehingga dapat menghabiskan waktu bersama dengan keluarga dan teman-teman.

Dan menurut beberapa artikel yang saya baca dan interaksi langsung dengan sejumlah kenalan pengusaha, menyatakan bahwa tingkat stress pada karyawan pasti akan lebih sedikit dikarenakan karyawan tidak perlu memikirkan darimana penghasilan bulanan berasal karena  sudah mempunyai gaji tetap dari perusahaan.


Keadaannya akan berbeda ketika kita memiliki bisnis sendiri. Pendapatan yang kita miliki tidak menentu dari bulan ke bulan. Ada kemungkinan akan meningkat atau bahkan menurun.

Selain itu, pebisnis juga bukan hanya memikirkan dirinya sendiri karena harus berpikir lebih keras untuk kemajuan bisnisnya dan kemakmuran karyawannya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa menjadi pebisnis lebih membuat kita stress dibandingkan menjadi seorang karyawan.


Namun, jangan lupa, ada keuntungan yang paling besar dari seorang pembisnis dibandingkan seorang karyawan. Keuntungan itu adalah potensi untuk meraih progress. Kuncinya adalah ketelitian, ketelatenan, strategi bisnis, kualitas produk dan kepuasan konsumen kita.

Ketika kita menjadi seorang karyawan, penghasilan kita memang sudah pasti setiap bulannya. Di waktu yang sama, gaji mungkin tidak menurun karna memang sudah di atur oleh perusahaan setiap bulannya. Kecuali kalau kinerja buruk, Anda bisa saja dipecat. 


Sebagai pebisnis, penghasilan kita tidak terbatas. Jumlah penghasilan yang akan kita dapat sesuai dengan pertumbuhan bisnis yang kita miliki, walaupun memang resiko yang ada pun lebih besar.


Jadi, kesimpulannya, mana yang lebih beresiko? Sebenarnya tidak ada jawaban konklusif mana yang lebih baik. Tapi, menurut saya, semua itu kembali lagi kepada diri Anda, apa tujuan dan bagaimana kepribadian Anda.

Tentu berbisnis dapat memberi Anda kebebasan untuk bekerja kapanpun dan dimana pun, tetapi Anda tetap harus bekerja.


Jika Anda baru berpikir bahwa berbisnis itu adalah jalan yang lebih baik, maka mulailah bisnis sampingan sambil tetap bekerja di tempat kerja Anda.

Intinya, tentukan sesuai bakat dan passion Anda, yang terpenting jalani pilihan Anda dengan senang tanpa ada tekanan, maka semua akan berjalan baik.


ARIIJ RIZKI AZHARUDIN
Kontributor Nasional.news

×
Wakaf Yuk Amal Abadi ++