Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pentingnya Kembali ke Rumah untuk Kokohkan Ketahanan Bangsa

Sabtu, 05 Desember 2020 | 23:56 WIB Last Updated 2020-12-20T17:13:46Z


JAKARTA - Ketua Wanita Ikatan Muslimin Malaysia (ISMA) Dr. Suriandi Sudi mengemukakan hal penting tentang pentingnya peran ibu khususnya para muslimah dalam mengokohkan ketahanan keluarga yang kemudian berdampak pada tegaknya peradaban bangsa. 


Dalam pemaparannya, akademisi yang juga tokoh muslimah Malaysia ini menekankan urgensi memulai perjuangan dari rumah bagi muslimah, demi menegakkan peradaban dan masyarakat Islam yang kuat. 


"Nasib sebuah bangsa bergantung kepada bagaimana ibu membentuk anak-anaknya. Nasib sebuah bangsa juga bergantung kepada macam mana istri menjadi istri yang sholehah kepada suami. Jadi, rumah adalah nukleus masyarakat,” paparnya.


Hal itu disampaikan Dr. Suriandi Sudi saat menjadi narasumber dalam webinar Series ketiga Muslimat Hidayatullah yang berduet dengan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat Hidayatullah Dr. (Cand.) Reny Susilowati, M.Pd.I membahas tema "Meneguhkan Integritas Muslimah demi Tegaknya Peradaban Islam", digelar pada hari Sabtu (5/12/2020). 


Webinar tersebut disaksikan oleh setidaknya dua ribu orang dari berbagai penjuru Indonesia dan Malaysia melalui penyiaran kanal youtube Hidayatullah ID dan TV Pertiwi Malaysia. 


Kemudian peneliti dalam bidang hadits, psikologi dan pemuda ini mengulas kisah Sayyidah Khadijah radhiyallahu 'anha dalam perannya sebagai pendamping hidup Rasulullah SAW. 


Termasuk ia juga memaparkan bagaimana kemampuan luar biasa Sayyidah Khadijah RA dalam menenangkan Rasulullah SAW, yang pulang dari gua Hira dengan perasaan takut selepas menerima wahyu pertama. 


Suriani pula mengulas perihal perjuangan Sayyidah Fatimah Az-Zahra RA sebagai istri yang mengurus pekerjaan rumah tangga tanpa bantuan asisten, mulai dari mengadon roti sampai menimba air sumur, demi menjalin keluarga kokoh. 


Dia juga mengutip kisah Al-Khansa Binti Amr, ibu bijaksana yang berhasil mendidik keempat putranya hingga menggapai gelar syahid secara bersamaan. 


Tidak hanya para shahabiah, ketua departemen al-Qur’an dan Sunnah di Selangor International Islamic University College (KUIS) tersebut juga mengulas kisah Tan Sri Hajah Zainon Binti Munshi Sulaiman (1903-1989), seorang pejuang wanita modern asal Malaysia. 


Wanita yang dikenal dengan panggilan Ibu Zain tersebut tidak hanya berhasil mendirikan berbagai macam institusi pendidikan mulai dari tingkat sekolah sampai perguruan tinggi, berdakwah ke berbagai kalangan, dan melawan komunis, tapi juga berhasil mendidik anak-anaknya menjadi pribadi sukses. 


Melihat pentingnya memprioritaskan keluarga bagi Muslimah, wanita ISMA, kata dia, bahkan mengusung motto “Perjuangan Bermula dari Rumah” sebagai pedoman organisasinya. 


Webinar ini adalah satu dari berbagai aktivitas yang diadakan untuk menyemarakkan penyambutan Munas V Muslimat Hidayatullah. Mushida akan menggelar Musyawarah Nasional V secara virtual pada 26-27 Desember 2020. 


Perhelatan akbar ini akan diikuti oleh peserta dari 33 titik di berbagai provinsi, dan berpusat di Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Kota Depok, Jawa Barat.*/Fadhilah AAA

×
Wakaf Yuk Amal Abadi ++