Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Teruslah Merawat Cita-Cita Mulia Kita

Minggu, 06 Desember 2020 | 16:31 WIB Last Updated 2020-12-06T09:31:14Z


TANPA
Islam ruh ini akan jatuh, karena dunia hanyalah permainan. Lezatnya makanan tidak menangkis sakit bagi badan. 


Banyaknya kekayaan tak menjaga diri dari kerugian. Bahkan semua kesenangannya hanyalah sementara saja.


Kebaikan yang dilakukan tak jadikan semua manusia mendukung. Begitu pun sebaliknya, kejahatan tak berarti semua orang memusuhi.


Inilah tempat dimana realitas harus dijawab dengan iman dan cita-cita mulia.


Bersebab iman, lahir sejarah orang-orang luar biasa, mulai dari Nabi Muhammad hingga ulama dan mujahid yang telah syahid di jalan-Nya.


Bersebab cita-cita banyak kisah luar biasa lahir di luar nalar umum manusia. Dan, itu fakta. Sampai-sampai dalam Falsafah Hidup Buya Hamka menguraikan perihal ini.


“Kalau tidak lantaran cita-cita hilanglah nafsu bekerja, berhenti gerak dunia, padam pelita orang-orang bijak bestari. Cita-cita itu hidup selamanya. Cita-cita tetap ada selama pikiran masih ada dan jiwa masih dalam tubuh".


Jangan abaikan cita-cita yang tumbuh, pupuklah dia. Baik pada burung yang mengangkut rumput selembar-lembar untuk sarang anaknya. Atau pada petani yang bertekun di sawah, di bawah cahaya matahari sehingga punggungnya telah hitam.


Cita-citalah tiang kemajuan, tonggak gerak bumi dan yang menimbulkan nafsu bergerak.”


Teman, jika lunglai tubuhmu karena beratnya amanah, maka ingatlah iman dan cita-citamu. Jika tak bergairah lagi dirimu menetapi jalan perjuangan, maka ingatlah iman dan cita-citamu.


Sebab, disadari atau tidak, pada dasarnya setiap jiwa tidak punya kekuatan, melainkan iman dan cita-cita mulianya. 


Itulah mengapa Allah suka dengan hamba-Nya yang senang berniat melakukan kebaikan, bahkan sebelum niat itu sempurna dilakukan, Allah Yang Maha Rahman telah memerintahkan malaikat-Nya mencatat kebaikan itu sempurna seakan benar-benar telah diwujudkan.


Jadi, mari rawat cita-cita kita bersama.


IMAM NAWAWI

×
Wakaf Yuk Amal Abadi ++