Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Aktualisasi Manajemen Risiko di Tengah Meluasnya Dampak Pandemi

Kamis, 07 Januari 2021 | 16:46 WIB Last Updated 2021-01-07T09:51:51Z

Ilustrasi orang hampir jatuh karena kurang fokus dan tidak melihat risiko yang ada di hadapannya (Foto: stevepb/ Pixabay)

TAK
terasa hampir satu tahun sudah pandemi ini melanda Indonesia. Terhitung sejak akhir Maret hingga saat ini kita masih hidup berdampingan dengan virus Covid-19. 


Virus yang datang dari Wuhan, Cina, ini  telah merubah banyak hal bukan hanya di Indonesia tetapi juga dunia. 


Sungguh hal yang tak terduga dunia bisa collaps hanya dengan sesuatu yang tak dapat dilihat oleh mata telanjang tetapi memiliki dampak yang sangat besar atas perubahan dunia saat ini. 


Dari sektor ekonomi hampir seluruh negara mengalami ekonomi yang sangat sulit. Di Indonesia sendiri khususnya banyak sekali para pionir penggerak ekonomi negara tumbang. 


Banyak perusahaan besar yang mau tak mau harus merumahkan karyawannya karena tidak dapat membayar gaji mereka. 


Akibat pandemi berkepanjangan ini pula daya beli masyarakat turun dan menjadi hancur karena tak ada uang, dan, kalaupun ada, mereka hanya mampu membeli kebutuhan pokok saja. 


Tak pelak perusahaan-perusahaan yang memproduksi produk non barang pokok pun mengalami hambatan di pasar karena tidak adanya daya beli masyarakat. Mereka kewalahan. 


Bagi sebagian besar pengusaha, pandemi ini menjadikan mereha gusar juga merupakan momok yang cukup mengganggu dan risiko bangkrut pun menjadi terasa amat dekat. 


Namun, mereka berusaha bertahan. Banyak hal yang harus mereka lakukan agar tetap survive ditengah pandemi ini, terutama bagaimana cara dalam hal manajemen risiko dan menghasilkan omset dengan strategi baru. 


Disinilah pentingnya mengaktualisasi teori manajemen risiko untuk meminimalisir kerugian, karena pada hakikatnya risiko tidak akan dapat dinegasikan seratus persen. 


Dan, manajemen strategik sebetulnya hadir untuk meminimalisir potensi timbulnya risiko ini serta menjadi alat dalam mengindikasi agar bisnis dapat survive dan berdaya saing. 


Manajemen risiko bisnis khususnya bagi UMKM dapat dilakukan dengan berbagai cara, khususnya saat pandemi seperti ini yang harus berfikir ekstra agar usaha yang kita jalani tetap terus bertahan. 


Manajemen risiko pada akhirnya sangat menekankan bagaimana mengelola sumber daya termasuk peluang, tantangan dan ancaman, serta bagaimana melakukan kalkulasi terukur mengenai keuangan dengan baik. 


Artinya, bidang ilmu ini menjadi perangkat dalam tataran teori dan praktik agar kita dapat memahami bagaimana kondisi internal dalam usaha kita agar tidak salah mengambil keputusan. 


Membaca keuangan dalam bisnis kita sendiri ini dapat berupa  seperti pencatatan arus kas, neraca, laporan laba rugi yang detil, maka UMKM dapat membaca laporan itu  semua sebagai bahan pertimbangan langkah apa yang harus diambil untuk mengurangi dan meminimalisir risiko. 


Pencatatan arus kas biasanya jarang sekali dilakukan oleh UMKM karena masih berfikir untuk mencatatnya cukup rumit dan butuh keahlian khusus dan belum tentu mereka dapat melakukannya. 


Akan tetapi, bagaimanapun sukarnya, hal-hal seperti itu amat penting dilakukan dalam mengelola usaha agar bisnis dapat bertahan, bahwa jangan sampai antara cash out itu lebih besar dari cash in. 


Mungkin tak sedikit para pelaku UMKM yang mengalami masalah pada cashflow mereka ketika di masa seperti ini. Barangkali banyak juga yang beranggapan bahwa bisnis yang mereka lakukan akan jalan jika mereka mendapatkan suntikan dana dikala pandemi ini. 


Namun, perlu juga diingat, jika berbicara bagaimana caranya suatu bisnis akan bertahan sebenernya tidak melulu tentang masalah modal. Karena banyak kasus juga ketika mereka mendapatkan modal, malahan usahanya tidak berkembang. 


Memang kita ketahui bahwa modal adalah hal yang penting dalam menjalankan bisnis, itu sebabnya pemerintah sampai membuat program bantuan UMKM yang dibagikan free kepada para pelaku usaha. 


Namun, sekali lagi, modal bukanlah satu-satunya jalan keluar dalam suatu bisnis. Modal kapital memang akan begitu penting jika sistem bisnis yang ada sudah bagus. 


Lebih dari itu, modal hanyalah soal waktu dan seringkali ia hanya menjadi stimulus. Para pelaku usaha juga membutuhkan bimbingan dalam menjalankan usaha mereka, terutama mengelola keuangan dan pemasaran.


Akhir kata, manajemen risiko sejatinya menjadi salah satu alat ukur penting dalam melejitkan bisnis agar semakin bertumbuh dan berkembang pesat. Semoga kita bisa mengambil manfaat dari ilmu ini.


Riri Wulandari

×
Wakaf Yuk Amal Abadi ++