Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Dampak Risiko dan Bagaimana Mengelolanya untuk Progresivitas Kinerja

Jumat, 01 Januari 2021 | 17:30 WIB Last Updated 2021-01-02T10:46:28Z

Ilustrasi pengambilan keputusan (Foto: Alexas_Fotos/ Pixabay)

TELAH
kita ketahui bahwa dalam segala hal pasti ada risiko. Risiko merupakan perpaduan antara kemungkinan dan dampak. Dalam penggunaan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, risiko adalah akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan.


Kemudian, dari risiko tersebut pastilah ada dampak akan diterima oleh para pelaku atau institusi yang memutuskan sebuah tindakah itu dilakukan. Tentu semua risiko harus ditimbang dengan analisa dan tinjauan mendalam. 


Khusus dalam konteks dunia bisnis atau institusi yang berbasis kinerja, setiap risiko memiliki pengaruhnya masing masing. Tergantung sejauh mana ia bisa dikuantifisir untuk selanjutnya menjadi bahan evaluasi demi kemajuan perusahaan.


Dalam proses monitoring dan evaluasi untuk menimbang sebuah risiko, maka kita perlu melakukan kalkulasi yang cermat. Setelah mendapatkan hasil yang dikumpulkan dan dibuat daftar risikonya, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis risiko. 


Analisis risiko ini dibagi menjadi dua, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Dari kedua metode analisis tersebut memiliki tujuan yang berbeda-beda dan jika ketersediaan kurang memadai, maka analisis menggunakan kualitatif. 


Biasanya dalam organisasi dibuat pemetaan terkait kemungkunan dan dampak, dari sinilah kita melihat bagaimana prioritas yang kita analisis dampaknya. Apakah kemungkinan kecil tapi dampaknya besar atau kemungkinan besar tapi dampaknya kecil.


Ada dua keuntungan dari pendekatan kualitatif, yang pertama, yaitu bahwa berbeda dengan pendekatan kuantitatif yang sangat disiplin dan menuntut, pendekatan kualitatif memungkinkan analis untuk menjadi sekreatif yang berani mereka dalam mengeksplorasikan konsekuensi peristiwa risiko. 


Teknik kuantitatif yang dibahas ini sengaja mirip dengan teknik pemecahan masalah yang kreatif. Dengan pemikiran yang sangat kreatif, konsekuensi yang sulit diprediksi lebih terlihat dari pada saat menggunakan pendekatan kuantitatif yang berpikir konvergen. 


Keuntungan yang kedua yaitu bahwa analisis dampak dapat dilakukan meskipun data kuantitatif tidak ada, hal ini sangat penting ketika berurusan dengan inisiatif baru yang sebelumnya hanya memiliki sedikit pengalaman. Kurangnya data kuantitatif tidak menutupi diri kita. 


Dengan menggunakan perolehan kualitatif, kita dapat menggunakan pengalaman dan logika untuk menentukan konsekuensi dan peristiwa risiko. 


Untuk mengetahui bahwa pendekatan kuantitatif untuk analisis dampak risiko itu penting tidak merendahkan pendekatan kuantitatif, dalam dunia yang ideal, dapat melakukan keduanya.


Metode analisis kualitatif haruslah dengan menguji dampak risiko melalui penerpan proses penalaran logis. Analisis dampak kualitatif yang efektif sangat bergantung pada pengalaman, logika yang baik dan penilaian yang baik pula. 


Beberapa metode analisis kualitatif yang bisa diterapkan diantaranya adalah Scenario Building, Matriks kemungkinan-dampak, Analisis Atribut dan Peramalan Delphi. 


Matrikulasi sederhannanya seperti ini. Ketika masa depan digambarkan dan telah memiliki skenario dan faktor yang dominan atau berpengaruh untuk kemudian dari skenario tersebut dikembangkan menjadi skenario baik, buruk dan tak terduga. 


Pointnya adalah bagaimana organisasi mampu melihat skenario baik dan buruk. Kekuatan Skenario Building sebagai analisis kualitatif terletak pada bagaimana kita mampu menceritakan masa depan dengan detail mendekati kenyataan. 


Ada banyak skenario kualitatif yang dapat dikembangkan. Pada kesempatan ini, saya sampaikan setidaknya ada dua pendekatan, yaitu ekstrapolatif dan normative. Pendekatan eksrapolatif titik awalnya adalah sejarah terkini dn keadaan sekarang. 


Dengan pendekatan normative, titik awal dari latihan membangun skenario adalah beberapa membayangkan keadaan masa  depan. Kemudian, melangkah mundur dari masa depan, kita membangun skenario dalam urutan terbaik dan membawa kita kembali ke hari ini. 


Skenario selanjutnya adalah Matrik kemungkinan-dampak. Metodologi ini adalah salah satu alat yang paling berguna di kotak alat pengelola  risiko. Dengan mengkategorikan peristiwa risiko menurut dua dimensi risikko, analisis risiko dapat menentukan dengan mudah apakah peristiwa risiko individu memerlukan perhatian yang cermat. 


Sementara, metodologi Analisis Atribut merupakan teknik pemecahan masalah yang kreatif yang dapat digunakan secara produktif saat mengeksplorasi kemungkinan dampak risiko kualitatif. Metodi ini sangat jarang digunakan dan lebih banyak digunakan pada bagian pemasaran. 


Adapun metode Peramalan Delphi dikembangkan sebagai alat peramalan, tujuan utamanya adalah membantu sekelompok pakar mengembangkan konsensus, misalnya tentang suatu pariwisata. 


Karena ingin menghasilkan pendapat yang genuine tanpa dipengaruhi oleh pendapat dari ahli yang lain. Sehingga hasilnya lebih akurat dan hasilnya disintesis dan pernyataannya direvisi, kemudian jika belum menemukan kesepakatan maka akan diulang dan dikirimkan kembali daftar pertanyaannya. 


Dari pendekatan kualitatif terdapat dua keuntungan, pertama, yaitu memungkinkan analisis untuk menjadi sekreatif yang berani mereka lakukan dalam mengeksplorasi konsekuensi peristiwa risiko. 


Kedua, yaitu bahwa analisis dampak dapat dilakukan meskipun data kuantitatif tidak ada. Hal ini sangat penting ketika berursan dengan inisiatif baru yang sebeumnya hanya memiliki sedikit pengalaman. 


Maka, dapat disimpulkan, kurangnya data kuantitatif tidak menutup kemungkinan untuk melakukan analisis dampak kualitatif ini. Sebab, kita masih bisa menggunakan penalaran dan logika untuk menentukan konsekuensinya dari peristiwa risiko tersebut. 


Demikianlah beberapa notes saya tentang risiko dan teknik pengelolaannya yang diharapkan dengan menerapkannya dapat membantu meningkatkan progresivitas kinerja perusahaan atau bidang usaha yang sedang kita mulai. 


Syifa Nur’Izzati, penulis adalah mahasiswi STEI SEBI

×
Dari JempolKU Beramal+