Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Implementasi UU Ciptaker, Inkubator Bisnis dan Unit Usaha KOPI Diresmikan

Jumat, 05 Februari 2021 | 14:30 WIB Last Updated 2021-02-05T07:33:01Z

Unit usaha pepaya california yang dikelola KOPI di Bandung (Foto: Istimewa/ Nasional.news)

BANDUNG - Koperasi Organisasi Pemuda Indonesia (KOPI) meluncurkan Inkubator Bisnis Pemuda dan Unit Usaha di Raja Ayam Resto Bandung, Jawa Barat, Jum'at (5/2/2021). 


Ketua KOPI Ervan Taufiq mengatakan tantangan yang kita dihadapi sebagai sebuah bangsa hadir beragam seiring dengan kemajuan zaman dewasa ini. 


"Dinamika perkembangan tersebut hanya dapat dihadapi dengan mantap tidak saja dengan bekal kepercayaan diri, kecermatan dan skil spesialis, melainkan juga menuntut adanya ikhtiar keswadayaan dan semangat kohesifitas," kata Ervan dalam keterangannya diterima media ini. 


Dia melanjutkan, hal itulah pula yang kemudian mendorong lahirnya Koperasi Organisasi Pemuda Indonesia yang meluncurkan Inkubator Bisnis Pemuda dan Unit Usaha. 


Ervan menjelaskan, lahirnya KOPI ini beranjak dari kesadaran pentingnya sinergi dan kolaborasi di tengah tantangan bonus demografi bangsa Indonesia, yang, di waktu bersamaan, juga masih menghadapi ujian berupa pandemi sebagaimana dialami belahan dunia lainnya dengan berbagai dampak ikutannya. 


Dia menyebutkan, Muktamar Pemuda Islam ke-I  yang mengusung tema "Meneguhkan Spirit Kebangkitan Ekonomi Umat" digelar di Jakarta pada tanggal 4 April 2019, merupakan momentum cikal bakal lahirnya Koperasi Organisasi Pemuda Indonesia.


"Kehadiran KOPI ini menjadi sejarah penting sebagai ikhtiar bersama pemuda Islam untuk meneguhkan kebangkitan ekonomi umat sekaligus menjadi langkah konkrit dari sebuah gagasan pemuda Indonesia yang siap menyambut bonus demografi serta memberi kontribusi untuk kemajuan ekonomi bangsa kini, esok dan masa mendatang," kata Ervan yang juga Ketua Umum Pimpinan Besar (PB) Pemuda Muslimin ini. 


Dalam peluncurannya, Ervan menyebutkan, inkubator bisnis pemuda merupakan salah satu program KOPI dalam rangka memberikan dukungan bisnis dalam rangka melakukan akselerasi pengembangan usaha dengan menyediakan berbagai sumber daya dan layanan yang diperlukan kepada para anggota. 


"Program inkubasi ini tidak saja memberikan pendampingan teknis, melainkan juga dapat menjadi pusat praktik dalam pengelolaan dan pegembangan bisnis," imbuhnya.  


Selain inkubator bisnis, KOPI juga mengelola unit usaha budidaya pertanian dan peternakan seperti pepaya california, terdapat wisma inkubator, unit usaha peternakan ayam petelur, ayam pedaging, kebun mangga, franchising makanan cepat saji, babershop dan lain sebagainya. 



Implementasi UU Ciptaker


Dengan berbagai keberagaman potensi, sumber daya dan kapasitas dalam sistem keanggotaan koperasi, Ervan mengemukakan, hal ini menjadi modal penting menjalin sinergi dan memantapkan kolaborasi untuk bertumbuh positif dalam kebersamaan. 


"Dengan demikian, potensi spesialis sumber daya dapat lebih luas dikembangkan menjadi sebuah kekuatan generalis," kata bos Resto Raja Ayam ini. 


Menurutnya, momentum ini juga beriringan dengan kehadiran UU Cipta Kerja yang secara langsung berdampak terhadap generasi muda. 


Beberapa kemudahan mulai nampak seperti pendirian usaha bagi usaha mikro dan kecil, mendapatkan pinjaman dan bantuan pemerintah melalui dana hibah, access to market (goverment provide) dan keringanan perpajakan selama 2 tahun.


Peluncuran inkubator Bisnis ini juga dihadiri  Mohammad Rudy Salahuddin (Deputy Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan UMKM), Arief Rosyid Hasan (Komisaris Bank Syariah Indonesia), Ari Permana (Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM), M. Pradana Indraputra (Staff Khusus BKPM) dan Kanwil Bank Syariah Indonesia (BSI) Jabar. 


Hadir pula tokoh pemuda pengurus KOPI seperti Ketua Pengawas Arief Rasyid Hasan, Ketua KOPI Ervan Taufiq, sekretaris Suhardi, bendahara Wizdan Fauran Lubis, Yosse Hayatullah serta sejumlah pengurus dan anggota lainnya. 

×
Dari JempolKU Beramal+