Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Sejarah dan Perjuangan Kita

Sabtu, 20 Februari 2021 | 15:55 WIB Last Updated 2021-02-21T20:53:10Z



SEJARAH ada karena diukir. Bertahan karena ditulis. Menjadi abadi sebab termanifestasi. 

Sejarah adalah norma esensial yang diacu generasi jauh setelah ia ada, ketika ia mulai terbentuk dari serakan puzzle dan akhirnya terpola menjadi sesuatu yang dapat dipotret secara utuh.


Sakral sebagai sebuah warisan. Tak semata ceritera laksana hikayat, ia menjadi abadi dan tertransformasi dari generasi ke generasi karena ketekunan penaungan untuk menjaga orisinalitasnya. 


Karena itulah, sejarah kita, dengan segala desir dan heroismenya, mengalirkan energi bagi yang diwarisi untuk terus mengacungkan perlawanan pada kejahilan dan kesombongan (thaga').  


Demikianlah sejarah yang telah diukir oleh para Nabi dan orang orang shaleh. Dinukil sepanjang masa secara cermat dengan silsilah jelajah yang sangat detail. 


Tarikh mereka bukan saja rangkaian riwayat dengan berbagai peninggalan yang lestari secara simbolik belaka, melainkan juga terejawantah menjadi gerak serta nilai pegangan yang tertancap kuat, pelipur lara, dan mengokohkan. 


Disinilah peran asasi penjejak sejarah itu, yang merekam keterangan otentik dari sumber-sumber otoritatif. Dengan ingatan kuat dan catatan pena. Mereka bahkan harus menempuh jalan jalan yang panjang. Sepi. Sunyi. Tak berujung. 


Bermandikan peluh. Jubah mereka berdebu. Bergelut dengan panas meluruh jasad, demi untuk memvalidasi seutas riwayat. Melampaui dari sekadar himpunan tuturan, ia menjadi "prasasti" yang menandai bahwa sejarah itu ada dan betul betul nyata. 


Tradisi keulamaan itu tak akan pernah putus. Tidak dibikin-bikin. Sejarah akan terus terukir tak habis-habis. Periwayatan pun akan tetap langgeng tersambung. 


Hanya berganti pelakon. Peran dan ukiran sejarah yang dikonstruksi tetap sama: membumikan risalah Islam kaffatan linnas rahmatan lil 'alaamin. 


Aku ingin memungkasi catatan ini dengan semacam keterangan yang digarisbawahi, bahwa, zaman terus berputar. Yang, karena itu, dinamika dan falsafah nilai dasar pun mengalami reaktualisasi. Termasuk dalam pemaknaan sejarah kita. 


Karena itu, jangan pernah anggap enteng napaktilas sejarah moyangmu sebagai sebuah upaya revitalisasi. Telebih lagi terhadap laku serta berbagai medium kreasi dan kaderisasi yang selama ini diikhtiari. Tetap teguh terhaluan dengan nilai luhur ajaran agama ini. 


Inilah sejarah kita. Inilah perjuangan kita. 

×
Dari JempolKU Beramal+