Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

TOT LTC Angkatan I Pemuda Hidayatullah Napak Tilas Empang Monumental

Selasa, 16 Februari 2021 | 23:33 WIB Last Updated 2021-02-16T20:53:54Z

Suasana napak tilas peserta TOT Leadership Trainer Center di danau Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak (Foto: Istimewa/ Nasional.news)


BALIKPAPAN - Peserta Training of Trainer Leadership Training Center (TOT LTC) melakukan napak tilas pada salah satu instrumen sejarah perjalanan Hidayatullah yaitu empang utama yang berada di lingkungan Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (16/2/2021). 


Empang yang kerap dinamai sebagai telaga pengikisan thaga' ini merupakan danau buatan yang dikeruk oleh para santri-santri di masa perintisan awal Hidayatullah. 


Dari 3 danau yang dibuat, salah satunya yang terbesar berlokasi di kawasan putri. Danau terbesar inilah yang kemudian menjadi pusat penggemblengan bagi mereka yang akan masuk menjadi santri. Kala itu, pengemblengan tersebut disebut sebagai kegiatan "Training Center".


Kepala Bidang Perkaderan Pengurus Pusat (PP) Pemuda Hidayatullah, Rizky Kurnia Syah, yang memimpin langsung napak tilas tersebut, mengatakan empang ini merupakan peninggalan momumental dimana disinilah perlangkahan khidmat dakwah Hidayatullah itu dimulai.


"Hampir semua kader awal Hidayatullah yang dikirim berdakwah ke berbagai penjuru negeri itu pernah 'tercelup' atau 'dicelup' di empang ini. Dari celupan itulah, mereka hadir ke tengah umat dengan kesadaran akan kelemahan diri, yang, karena itu, hanya membesarkan dan memohon pertolongan Allah semata," kata Rizky. 


Rizky menjelaskan, empang bersejarah ini menjadi tempat penempaan para kader untuk mengikis kesombongan (thaga'). Mereka harus turun ke danau untuk membersihkan empang tersebut yang memang banyak ditumbuhi berbagai jenis hidrofit seperti teratai, eceng gondok, papyrus, bambu air dan lainnya.


Berbagai jenis tumbuhan hidrofit tersebut sebenarnya tidak terlalu mengganggu. Masalahnya, saat itu, empang ini sekaligus menjadi jalur saluran pipa pembuangan air septic tank untuk kakus yang sehari hari digunakan santri. Disinilah, kadangkala, tidak sedikit yang takluk dan balik kanan. 



"Calon santri yang mau masuk harus diuji dulu dengan membersihkan empang. Diharapkan dengan model penggemblengan yang dulu namanya TC (training center) ini, mereka meresapi kediriannya sebagai manusia yang lemah, hina, tak berdaya, dan hal itu kemudian memantik kesadaran berislam," jelas Rizky menapaktilasi empang yang kini tetap terawat dengan baik. 


Dalam napak tilas ini peserta terjun langsung ke empang sambil menyiangi beraneka tumbuhan air yang berserakan. Peserta Training of Trainer Leadership Training Center Pemuda Hidayatullah ini tampak menikmati kegiatan ini setelah beberapa hari ini mengikuti sesi yang relatif padat di ruangan.


Seiring dengan perkembangan zaman, lanjut Rizky, warisan luhur lembaga perlu untuk terus selalu dijaga. Termasuk dalam merawat kekhasan metode perkaderan dan karakteristik pembinaan Hidayatullah dengan tidak menutup dilakukan formulasi seperti melalui kegiatan TOT ini.


"TC dengan model yang pernah dilakukan Hidayatullah di awal perlangkahannya melalui wahana empang ini merupakan singularitas menarik yang berbeda dari yang lain. Muatan itulah yang ingin kita abstraksi dan serap melalui kegiatan TOT LTC ini," pungkas Rizky.


Pemuda Hidayatullah menggelar TOT LTC selama 5 hari yang dibuka pada hari Ahad (14/2/2021) yang berlangsung secara intensif di Kampus Hidayatullah Gunung Tembak Balikpapan dengan peserta terbatas serta penerapan protokol tetap (protap) kesehatan pencegahan pandemi yang cukup ketat. 

×
Dari JempolKU Beramal+