Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kerja Keras dan Dimensi Spiritual, Filosofi Hidup Seorang Rudy Mas'ud

Rabu, 17 Maret 2021 | 20:55 WIB Last Updated 2021-03-19T14:19:41Z


USIANYA
muda dan masih sangat gesit dibaya 39 tahun. Bukan saja saat tandang ke gelanggang sebagai wakil rakyat, dalam setiap kesempatan ia pun tampak lincah dan selalu penuh semangat. Itulah sosok Rudy Mas'ud, SE, MM. 


Resonansi itu pulalah yang terpancar dari figur pengusaha muda ini dikala menerima rombongan Silaturrahim Forum Keluarga Muda Mandar (FKMM) yang bertandang ke rumahnya di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.


Pembawaannya yang simpatik dan atensif kian meneguhkan kedalaman semantik metawe sebagai eulogi yang merupakan nilai yang dipegang orang Mandar sebagai filosofi hidup. 


"Grand design kehidupan itu sudah dibuat oleh Allah SWT, bahwa nasib suatu kaum tidak akan berubah jika mereka tidak mengubah nasib mereka sendiri," kata Rudy yang berbagi nilai filosofi kehidupan. 


Filosofi hidup yang ditarik dari nilai luhur metawe’ memiliki makna kearifan yang mendalam, yang, pada titik kulminasinya, mengaksentuasi keluhuran budi, keutamaan kasih dan peneguhan persaudaraan (sipakala’bi).


Dengan pegangan dan prinsip hidup itu, Rudy kemudian teguh merintis usaha dan bekerja keras tak kenal lelah mengawali bisnisnya. Seperti kata pepatah, pelaut ulung hanya lahir dari tempaan gelombang besar, itulah salah satu kata yang menjadi cemeti penyemangatnya. 


Rudy menamsilkan gelombang dengan candradimuka untuk menempa diri untuk semakin terlatih. Mungkin dalam perjalanannya seseorang mengarungi ombak akan terjatuh, namun ia bangkit kembali. 


Semakin seseorang menghadapi banyak gelombang tantangan, maka dia semakin punya banyak kesempatan belajar dan mencoba strategi baru untuk menghadapi berbagai gelombang dengan mulus. 



Kurang lebih 4 jam Rudy menerima rombongan FKMM dengan diskusi hangat mencerahkan. Tentu empat jam bukan waktu yang singkat, apalagi sekaliber Rudy dengan seabreg kesibukannya sebagai mentor, pebisnis, legislator, dan juga sebagai orangtua dan kepala rumah tangga.


Ada inspirasi menarik mengenai yang disebut terakhir barusan. Tidak lama setelah rombongan FKMM tiba, azan Isya' berkumandang dari masjid dekat rumahnya. Seketika semua penghuni rumah yang berjumlah kurang lebih 20 orang, keluar menuju masjid. Tak lupa ia juga mengajak tamunya.


Meski tajir dan bisa saja memiliki segalanya, tidak lantas Rudy lupa diri. Dia tetaplah pribadi yang apa adanya yang terus berupaya menjadi contoh bagi anak-anaknya. Baginya, dimensi spiritual sebagai benteng dalam mengarungi kehidupan. 


Di tengah padatnya aktifitas, Rudy tetap menjadi sosok ayah dan teladan di rumah. Ia selalu menekankan pentingnya menegakkkan shalat lima waktu. Dan, ia pun membuka salah satu tips suksesnya. 


"Kunci sukses salah satunya adalah shalat fajar sebelum subuh," kata Rudy seraya mengutip hadits riwayat Imam Muslim dari ‘Aisyah radhiyallahu 'anha di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: "Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” 


Pada kesempatan silaturrahim itu, rombongan FKMM banyak menyerap inspirasi bos dari lebih dari 10 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor itu. 


Dengan penuh kerendahan hati Rudy bercerita dari awal perjalanannya dalam merintis usaha, hingga saat ini punya ribuan karyawan dan menjadi anggota DPR-RI. 


Berbagai kegetiran hidup sudah dia lewati. Namun ia tak pernah putus asa. Berbagai profesi ia jalani yang penting halal untuk meraup rejeki. Anak dari H. Mas’ud dan Hj. Syarifah Ruwaidah Alqadri ini pun kenyang makan asam garam kehidupan. 


Bangun Etos Kerja


Dengan pencapaiannya saat ini, Rudy ingin menginspirasi agar generasi muda tampil menjadi anak bangsa yang tidak mudah menyerah. Anak muda harus berani menghadapi tantangan dengan menjadi wirausahawan mandiri. 


"Anak-anak muda harus bisa menjadi saudagar, anak muda harus pandai melihat setiap kesempatan," katanya sambil menambahkan bahwa potensi pasar Indonesia saat ini sedang berkembang hingga 2045 sehingga pemuda perlu menangkap kesempatan ini. 


Dia pun menyatakan tak happy dengan kebiasaan anak muda sekarang yang rebahan dan bermalas-masalan. Males gerak (atau malutta dalam bahasa Mandar), bagi dia, merupakan kebiasaan yang harus dibendung agar tak menjadi watak anak bangsa. 


"Anak muda harus punya cita-cita serta target yang akan dicapai. Kita nggak boleh malas, harus mau belajar dengan giat, serta pandai melihat setiap kesempatan," katanya. 


Dia menambahkan, setiap orang punya kesempatan yang sama. Adapun yang membedakan adalah cara setiap orang dalam bekerja. Rudy pun memberi tipsnya agar generasi muda mencontoh orang suskses bekerja.


"Jika Perlu, bekerjalah di atas rata-rata orang bekerja. Jika orang lain bekerja 8 jam, maka kamu kerja 12 jam. Insya Allah, ikhtiar tidak akan pernah menghianati hasil," sambungnnya.


Rudy tak melulu bicara dunia. Pada kesempatan itu, dia pun mengingatkan bahwa dunia tak ada artinya jika tak diorientasikan untuk kebaikan. 


Karena itu, dia menegaskan, apapun kelebihan yang dianugerahkan Tuhan, harus dipergunakan untuk meluaskan kemaslahatan. Bahkan, dia menekankan bahwa usaha halal apapun yang digeluti harus diiring pula dengan ketekunan memohon berkah kepada Allah. 


Untuk hal itu, setiap subuh Rudy selalu jamaah di masjid, hujan deras sekalipun, tak menghalanginya untuk tetap shalat berjamaah di masjid. 


Demikian pula dalam hablum minannas (hubungan dengan manusia). Saban hari Jum'at, Rudy rutin berbagi untuk warga sekitar rumahnya. Itulah barangkali mengapa setiap orang lingkungan tempat tinggalnya kenal dirinya bahkan tukang parkir dan pemilik kios-kios mini.



Ikhtiar dan Niat 


Di akhir perjumpaan malam itu, Rudy mengutarakan pentingnya setiap pemuda yang memulai atau telah melakukan usaha, agar menguatkan ikhtiar dan memantapkan niatnya. Dengan ikhtar dan niat yang kuat, tak akan mudah goyah. 


"Sebelum melakukan sesuatu, kuatkan dan luruskan niat, maka harapan dan cita-cita akan segera terwujud. Yang perlu kita lakukan adalah ikhtiar, sebab rezeki itulah yang mencari pemiliknya," katanya berpesan. 


Lebih jauh, suami dari Syarifah Ida Suraidah ini mendorong kebangkitan wirausahawan muda. Sebagai salah satu bentuk sugestinya, Rudy berpesan agar berfikir dan bekerjalah dengan cara orang sukses serta mewanti-wanti jauhi narkoba, sebab jika seseorang telah memakainya, maka sia-sialah hidupnya.


Orang sukses dan berhasil adalah orang yang tetap berbagi dalam kondisi apapun. Inilah yang juga dipegang betul anak muda kelahiran Balikpapan ini. Menurutnya, sedekah akan membuka pintu kesuksesan.


"Gambarkan kesuksesanmu di masa depan sehingga itu akan menjadi penyemangat dalam mewujudkannya. Tulis yang anda mau kerjakan, dan kerjakan apa yang anda tulis. Teruslah mengasah diri sehingga kemampuan yang kita miliki di atas rata-rata orang pada umumnya," imbuhnya.


Dia pun menggaris bawahi bahwa dalam bisnis yang terpenting adalah mengejar volume bukan menarget keuntungan semata. 


"Prestise tanpa prestasi tidak ada apa-apanya, sehingga lakukanlah banyak hal sehingga menghasilkan banyak prestasi, maka anda akan dihargai orang," pungkas tokoh muda ini. 


Dalam pertemuan tersebut, hadir dari pengurus komunitas Silaturrahim Forum Keluarga Muda Mandar (FKMM) Suhardi Sukiman, Saharuddin, Irwan Harun, Adam dan lain-lain. 

×
Dari JempolKU Beramal+