Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Narasumber Webinar FKMM, Rudy Mas'ud Ungkap Rahasia Sukses

Minggu, 28 Maret 2021 | 12:32 WIB Last Updated 2021-03-29T10:39:54Z

Rudy Mas'ud menjadi narasumber webinar kewirausahaan yang digelar Forum Keluarga Muda Mandar (FKMM) yang digelar pada Ahad, 28 Maret 2021 (Foto: tangkapan layar Youtube/ Nasional.news) 

JAKARTA - Siapa yang tidak kenal Rudy Mas'ud. Seorang saudagar sejak di usia muda. Selain kerja keras, semangat tak kenal lelah dan fokus, anak muda kelahiran Balikpapan ini ternyata punya "rahasia" sukses lain yang mungkin jarang atau belum diungkap ke publik. Apa itu?


Rahasia itu dia kemukakan dalam acara webinar entrepreneurship yang diselenggarakan oleh Forum Keluarga Muda Mandar (FKMM). Ia meluangkan waktu menjadi narasumber acara tersebut sesaat baru tiba dari kunjungan kerja ke Turki dan baru mendarat di Jakarta pada Ahad (28/3/2021). 


Menurut Rudy, untuk menapaki tangga kesuksesan, rahasia utamanya adalah menentukan goals atau tujuan. Usaha tanpa tujuan jelas akan menjadi bias yang akhirnya hanya melahirkan keputusasaan.


"Pertama, saya ingin menyampaikan, apa sih tujuan (hidup) kita ini. Tujuan manusia diciptakan untuk apa dulu," katanya bertanya seraya menukil firman Allah SWT dalam Al Qur'an. 


"Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku," kata Rudy mengutip makna dari surah Adz-Dzaariyaat ayat 56. 


"Jadi tujuan kita ini bukan untuk menjadi apa apa atau untuk menjadi siapa siapa. Bukan itu. Tujuan diciptakannya manusia yang paling mendasar itu adalah untuk beribadah. Itu yang harus diingat. Beribadah," lanjut Rudy. 


Ia lantas membuka kunci rahasia kesuksesan yang kedua dengan menukil Al Qur'an surah Al Jumua'ah ayat 10 yang artinya seperti berikut: 


"Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung"


Itulah menurut dia dua hal yang harus dipahami sebagai pengusaha agar orientasinya lurus dan fokus. Karena itu, menurutnya, sebagai manusia, kita jangan asal hidup saja. Sebab kalau hidup sekedar hidup, babi hutan pun demikian. 


Anggota DPR RI ini menegaskan, rejeki tidak mungkin datang dengan sendirinya tanpa adanya ikhtiar dan usaha keras. Sebab itu rejeki harus dijemput.


"Mungkin kita tidak melihat rejeki kita ada di mana tetapi yakin dan percayalah bahwa rejeki itu tahu di mana kita berada. Rejeki tak mungkin tertukar, tak mungkin salah alamat," katanya. 


Namun, dalam pada itu, Rudy mengatakan kita pun harus mengetahui kiat kiat dalam menjemput rejeki. Salah satunya melalui doa. Ia mencontohkan misalnya dalam munajat shalat dhuha agar Tuhan mendekatkan rejekinya pada kita, jika ia ada di atas semoga diturunkan.


"Yang harus kita lakukan adalah wajib berikhtiar," kata bos sejumlah perusahaan multi nasional yang bergerak di berbagai sektor ini. 


Rudy lantas mengungkap rahasia selanjutnya yang dia akui didapatkan dari almarhum ibunya. Ibu berpesan kepadanya untuk memperhatikan kerang darah atau "tudai" dalam bahasa Kalimantan.


Kata ibunya, "lihat itu tudai. Tidak ada kakinya. Tidak ada tangannya. Bahkan tidak tahu dimana kepalanya. Terus bagaimana rejekinya dia datang. Dia cuma buka saja itu cangkangnya, eh makanannya datang".


Menurut Rudy, pesan ibunya tersebut sangat berkesan dan memuat filosofi mendalam tentang hidup yang memberikan inspirasi. Hal itulah menurutnya yang menjadi bukti kebesaran Tuhan. 


"Sehingga menurut saya, di mana ada kemauan di situ ada jalan. Kalau saya melihat, ini teman teman masih di zona nyaman semua. Aman dan nyaman. Karena masih ragu sehingga masih one man show dan lain-lain," katanya. 


Dia berpesan kepada anak muda aga benari keluar dari zoman nyaman yang selama ini dinikmati untuk kemudan mencoba tantangan baru. Seperti dirinya yang anak ekonomi, tapi justru terjun dalam bisnis bahan bakar dan indsutri perkapalan yang notabene tidak nyambung.


Rudy mengutip data dari Survei National Association of College and Employee (NACE) di Amerika Serikat pada 2002 yang mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa dari 20 kriteria penting orang sukses, indikator pendidikan hanya menempati urutan ke-17. Indikator terpenting dari seorang juara justru adalah kemampuan komunikasi, integritas, kerja sama, dan etika.


"80 persen, bahkan 82 persen itu yang menentukan terhadap kesuksesan kita adalah human relations. Bagaimana pembawaan diri kita, bagaimana cara bergaul kita, bagaimana cara berkomunikasi kita," katanya. 


Adapun modal penting dan utama yang harus dimiliki seorang yang ingin menjadi juara adalah keberanian. Kata Rudy, jika hilang keberanian maka tidak mungkin menjadi wirausahawan, pebisnis apalagi entrepreneur. Hilang keberanian maka hilang modal 50 persen. 


Ada 2 hal menurut Rudy yang menjadi kunci untuk menjadi entrepreneur. Pertama, jam kerjanya harus lebih lama. Kedua, pengetahuannya harus lebih banyak yang bukan saja spesialis tapi generalis. 

×
Dari JempolKU Beramal+