Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Palagan Pesmadai Jatim Tebar al-Qur'an di Kampung 1001 Malam

Minggu, 28 Maret 2021 | 14:17 WIB Last Updated 2021-03-29T07:25:01Z

Tim relawan Pesmadai Jawa Timur menyusuri kolong jembatan untuk menyalurkan kitab suci Al Qur'an (Foto: Istimewa/ Nasional.news)

SURABAYA - Sesaat setelah tiba di bawah tol Dupak, Tanjung Perak, Surabaya, mobil corak putih yang ditumpangi kru Pesantren Mahasiswa Dai (Pesmadai) itu tidak bisa lanjut jalan. Mobil akhirnya harus diparkir di samping tol. 


Kondisi medan memang tidak memungkinkan dilanjutkan dengan si roda empat. Misi penyaluran bantuan ini pun menjadi palagan menantang yang dinikmati rombongan tim. 


Apalagi tim harus menyeberangi sungai bawah tol, dengan menaiki perahu (getek) penyeberangan, untuk menuju titik acara.


Tim relawan Pesmadai Jatim ini akan menuju ke Mushalla Al-Amin, yang berdiri di sebuah kawasan berjuluk Kampung 1001 malam, yang jaraknya berkisar 2 KM dari tempat parkir mobil tadi. 


Tak ayal, barang-barang sumbangan yang lumayan banyak, berupa al-Qur'an, kitab Iqro', air minum, dan aneka snek untuk acara harus digotong. Tim berbagi tugas memikul untuk memastikan amanah umat tersebut sampai dalam kondisi baik.


"Ayo dibagi-bagi al-Qur'annya, biar tidak terlalu berat," ujar Alim Puspianto, ketua rombongan. 


Masing-masing personil yang berjumlah tujuh orang itu pun membawa satu kardus. Kecuali bagian kamera. Jarak tempuh yang cukup jauh, membuat beberapa personel tampak menghela nafas.  


"Berhenti dulu. Ambil nafas. Keringat bercucuran ini," pinta seorang personil yang langsung diamini oleh ketua rombongan.


Bukan hanya jarak yang menjadi ujian, akses jalan pun cukup menantang. Selain harus menyeberang sungai dengan getek,, tim juga harus menunduk-nundukkan kepala, ketika melewati lorong bawah tol. Terutama yang berbadan tinggi. 


Pemandangan warga yang menjadikan lorong sempit sebagai tempat tinggal, menjadi potret tersendiri yang menyisakan keharuan mendalam.


Betapa tidak. Nampak beberapa tempat tidur, lemari pakaian yang sudah berwarna kusam serta reyot, dan layar kaca (TV) warga tergeletak tanpa ada sekat dinding.


Bagi al-Qur'an


Kunjungan tim Pesmadai Jawa Timur ke kampung 1001 Malam itu, untuk membagikan al-Qur'an dan Iqro di Mushalla al-Amin. Ini adalah satu-satunya tempat ibadah masyarakat. 



Kegiatan TPQ aktif. Puluhan anak-anak belajar di sana. Sayangnya, semangat anak-anak itu kurang ditopang oleh keberadaan al-Qur'an ataupun Iqro' yang memadai. 


Selain kualitas kita ajar yang sudah lusuh dan robek bagian sampul dan sebagian kertas dalamnya ada yang hilang, juga stok yang ada masih amat terbatas. 


Ustadz Syamsul, pengajar di TPQ itu mengungkapkan. Selama ini, bila anak-anak kekurangan al-Qur'an, maka terpaksa bergantian mengajinya. 


Karena itu, ujar ustadz asal Madura ini, ia sangat bersyukur dan berterima kasih dengan bantuan yang diberikan oleh Pesmadai Jawa Timur. 


"Bantuan ini benar-benar sangat bermanfaat. Terima kasih banyak, semoga Allah membalas segala kebaikan," ujar Ustadz Syamsul dalam sambutan. 


Selain itu, ustadz murah senyum ini pun berharap, kedepannya bantuan yang diberikan jangkauannya lebih luas. Bisa berupa bantuan sosial atau pendidikan. Mengingat warga dan anak-anak sangat membutuhkan. 


Sementara itu, Alim Puspianto, ketua Pesmadai Jawa Timur, mengungkapkan, bahwa bantuan yang diberikan saat ini, merupakan titik awal upaya pembinaan di Kampung 1001 Malam oleh Pesma Dai Jatim. 


Ia pun meminta doa kepada hadirin, semoga kedepannya bisa lebih mengambil peran lagi dalam memberikan pembinaan warga-warga pinggiran, khususnya di Kampung 1001 Malam. 


"Mohon doanyanya, semoga Allah permudah dan dicatat sebagai amal ibadah di sisi-Nya," pinta Alim, sapaan akrabnya.

×
Dari JempolKU Beramal+