Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kiprah Luas BMH Dinilai Selaras dengan Millennium Development Goals

Kamis, 08 April 2021 | 17:21 WIB Last Updated 2021-04-08T15:36:13Z

Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah menggelar Publik Ekspose Ramadhan 1442 Kebaikan Tanpa Batas "Siapapun & Dimanapun Bisa Berbagi" di Hotel Sofyan, Kamis, 8 April 2021 (Foto: Istimewa/ Nasional.news)

JAKARTA - Direktur Utama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Mohamad Arifin Purwakananta menilai kiprah luas Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) selama ini selaras dengan deklarasi Millennium Development Goals (MDGs) dalam mengupayakan kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat.


"Alhamdulillah, saya kira saya tidak ingin banyak memuji kepada BMH ini karena sudah luar biasa. Maka lembaga lembaga zakat sejak dua tiga tahun lalu kami dorong untuk melaporkan kegiatannya ke sekretariat MDGs Indonesia agar dunia mengetahui peran umat Islam, peran BMH, dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan," kata Arifin.


Hal itu disampaikan Arifin Purwakananta dalam acara Publik Ekspose Ramadhan 1442 Kebaikan Tanpa Batas Laznas BMH yang digelar di Hotel Sofyan, Jakarta, Kamis (8/4/2021).  


Arifin mengatakan, senyatanya umat Islam sudah banyak sekali berbuat kebajikan baik melalui lembaga amil zakat maupun lembaga lembaga sosial yang ada. Tapi, sesalnya, peran kebajikan itu tidak pernah dicatat oleh dunia karena tidak pernah dilaporkan. 


Oleh karena itu, Arifin mendorong Laznas BMH dan juga lembaga amil zakat lainnya agar melaporkan kegiatannya ke sekretariat MDGs Indonesia. 


Apalagi, katanya, program lembaga zakat BMH program penyaluran ziswafnya menjangkau hampir semua bidang pembangunan berkelanjutan seperti pangan, kesehatan, pembangunan fasilitas air bersih (clean water) dan masih banyak lainnya.


"Jadi, BMH jangan malu malu (melapor ke MDGs). Kalau lupa, belajar lagi ya. Karena laporan MDGs khusus. Ada caranya, kalau salah, kita tetap tidak dianggap melakukan kegiatan," kata Arifin menyarankan. 


Dengan demikian, lanjut Arifin, negara negara Islam tidak lagi melulu diidentifikasi sebagai negara yang bermasalah terus. 


Karena, lanjut dia, kalau dilihat di peta dunia, Indonesia kelihatan coklat dan negara yang maju lebih kuning dan hijau karena dianggap banyak melakukan kegiatan pembangunan sesuai dengan pointers MDGs. 


"Sekarang kita mau balik. Betul, bahwa di negeri Islam ada masalah. Betul bahwa ada banyak yang harus kita selesaikan. Tetapi, di negeri Islam, ada yang namanya zakat, infak, sedekah dan wakaf. Dimana, atas izin Allah, aturan atau syariah ini telah menjadikan kita semua bergerak untuk membuat kebaikan bahkan jauh sebelum ada MDGs," terangnya. 


Lebih jauh, masih dalam kesempatan yang sama, Arifin berharap media juga bisa menjadi komunikator zakat mengingat masih minimnya jumlah amil atau menjadi penyalur zakat. Sehingga kelak bisa merasakan betapa hebatnya bekerja di lembaga lembaga zakat.


"Kalau kita menikmati apa yang dikerjakan oleh teman teman BMH dan amil zakat di seluruh Indonesia, kita akan tahu bahwa ada sekelompok orang yang tiap hari bangun tidurnya berfikir tentang kebaikan," katanya.


"Jadi, amil adalah salah satu pekerjaan yang sehari harinya mikirin umat, malam di rumah mikirin umat, bangun tidur mikirin umat," imbuhnya.


"Mari saling bergandegan tangan. Saling berangkulan dan bekerjasama," pungkasnya. 


Menyambut bulan suci Ramadhan 1442, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah menggelar Publik Ekspose Ramadhan 1442 Kebaikan Tanpa Batas "Siapapun & Dimanapun Bisa Berbagi". 


Dalam acara tersebut juga dilakukan peluncuran program "Lumbung Pangan Santri" yang saat ini sudah berjalan selama 2 tahun pada lahan seluas 1 hektar di Pesantren Hidayatullah Pebayuran Bekasi dan akan mempeluas kebermanfaatan hingga 100 hektar sawah pada 2021. 


Turut hadir berbagi inspirasi kebaikan dalam kesempatan tersebut Direktur Operasional BMH Ade Syariful Alam, Direktur Marketing Tri Winarno, influencer kebaikan yang juga selebriti tanah air Cholidi Asadil Alam dan Wakil Pemimpin Redaksi Republika Nur Hasan Murtiaji.

×
Dari JempolKU Beramal+