Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Presiden Dorong Kepala Daerah Berani Berinovasi dan Kerja Cepat

Kamis, 15 April 2021 | 14:24 WIB Last Updated 2021-04-15T07:24:51Z

Presiden Jokowi memberikan pengarahan kepada para peserta Rapat Koordinasi Kepala Daerah Tahun 2021 yang digelar secara virtual dari Istana negara, Jakarta, Rabu (14/04/2021). (Foto: BPMI Setpres Muchlis Jr)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo mendorong Kepala Daerah beserta seluruh Forkopimda seluruh Indonesia untuk berani melakukan inovasi serta bekerja dengan kecepatan tinggi. 


"Harus berani berinovasi, bukan sekadar mengikuti rutinitas, hati-hati ini. Harus bekerja dengan kecepatan tinggi," kata Presiden dalam Rapat Koordinasi Kepala Daerah Tahun 2021 dari Istana Negara, Jakarta, Rabu (14/4/2021). 


Presiden mengingatkan, jabatan sebagai Kepala Daerah adalah kehormatan, tetapi sekaligus juga sebuah tanggung jawab yang besar dan tanggung jawab yang berat. 


"Oleh sebab itu, jangan sampai Saudara-saudara ini hanya mengikuti prosedur yang ada. Harus goal oriented, harus result oriented. Orientasinya adalah hasil," katanya seperti dikutip dari transkrip pidato di laman Setkab. 


Oleh sebab itu, Presiden mengatakan, dalam bekerja jangan hanya puas membaca laporan saja. Dia meminta untuk cek ke lapangan. Selain itu, Iinovasi, kecepatan, ketepatan kebijakan, menurutnya, sangat dibutuhkan sekarang ini. 


"Dan, Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sekalian harus membuat kebijakan yang fokus dengan skala prioritas yang jelas. Fokus dan skala prioritas yang jelas, sehingga nanti alokasi anggarannya juga lebih fokus dan lebih terkonsentrasi," imbuhnya.


Presiden mengungkapkan, ia melihat satu provinsi ada yang mata anggarannya sampai 40 ribu mata anggaran kegiatan. Menurutnya, makin sedikit kegiatan akan semakin, secara manajemen, semakin gampang mengontrolnya dan hasilnya akan semakin kelihatan. 


Oleh sebab itu, presiden menitip agar daerha membuat satu, dua, atau tiga saja kegiatan besar yang anggarannya dikonsentrasikan, sehingga hasilnya bisa dilihat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


"Usahakan agar belanja pembangunan, belanja modal itu lebih besar dari belanja aparatur. Kalau sudah ketemu belanja pembangunan, belanja modal, jangan sampai yang namanya anggaran itu dibagi rata ke masing-masing unit, ke masing-masing dinas," ungkapnya.


Presiden juga mengingatkan pencegahan penyebaran COVID-19 harus menjadi prioritas. Begitupun penanganan pasien yang terkena kasus COVID-19 harus terus dilakukan secara konsisten. 


"Hati-hati, karena COVID-19 ini barangnya enggak kelihatan. Bulan Januari yang lalu, misalnya, saya enggak usah sebutkan negaranya, (kasus COVID-19) turun anjlok. Begitu dibuka, dibuka, dibuka, bulan Maret lompatannya naik tinggi sekali, hati-hati dengan itu," katanya.


Karena itu, presiden mewanti-wanti, jangan sampai karena kasusnya sudah turun kemudian tergesa-gesa untuk membuka sektor-sektor yang ada agar dampak ekonominya bisa dikendalikan dengan baik.

×
Dari JempolKU Beramal+