Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Stakeholder Zakat Dukung Ramadhan Kebaikan Tanpa Batas

Kamis, 08 April 2021 | 18:02 WIB Last Updated 2021-04-08T17:40:17Z

Dari Kiri ke Kanan: Direktur Operasional BMH Ade Syariful Alam, Direktur Marketing Tri Winarno, selebriti Cholidi Asadil Alam dan Wakil Pimred Republika Nur Hasan Murtiaji (Foto: Istimewa/ Nasional.news)

JAKARTA - Stakeholder zakat di Tanah Air dari berbagai latar belakang berbagi inspirasi kebaikan dan mendukung tagline program Ramadhan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) yang pada Ramadhan 1442 mengangkat tagline "Kebaikan Tanpa Batas".


Selebriti tanah air Cholidi Asadil Alam yang juga dikenal sebagai Azzam dalam pemeran utama film layar lebar "Ketika Cinta Bertasbih" berbagi kesan kebajikan, terutama dalam kiprahnya di dunia entertainment. 


Ia pun mengajak khalayak luas untuk bersama sama menggelorakan semangat kebajikan melalui program Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) yang pada Ramadhan 1442 mengangkat tagline "Kebaikan Tanpa Batas"


"Hidup bukan sekedar uang tapi juga keberkahan, bukan hanya bekerja, tapi juga dapat pahala," kata Cholidi dalam acara Publik Ekspose Ramadhan 1442 Kebaikan Tanpa Batas Laznas BMH yang digelar di Hotel Sofyan, Jakarta, Kamis (8/4/2021). 


Cholidi pun mengisahkan sejumlah keikutsertaannya dalam berbagai program kebaikan BMH, termasuk perjalanannya bersama relawan BMH menembus medan sulit sejumlah desa di Kabupaten Lebak Banten yang dilanda longsor dan banjir bandang pada Desember 2020 lalu.


"Saya hanya berbagi, tidak ada maksud menggurui. Saya juga di dalam dunia entertainment, saya hanya main pada film yang ada misi kebaikannya. Ayo mari kita bersama sama berbagi kebaikan bersama BMH," katanya. 


'Azzam' mengatakan, hidup harus juga mendapat keberkahan. Bukan semata bekerja atau mencari keuntungan dunia melainkan juga berusaha mendulang pahala dengan sekecil apapun kebaikan yang dilakukan. 


"Mari kita menebar kebaikan tanpa batas bersama BMH," katanya di hadapan hadirin undangan dan wartawan. 


Sementata itu, Direktur Marketing BMH, Tri Winarno, mengatakan kebaikan tanpa batas selayaknya menjiwai semua elemen umat. Dari seorang amil zakat, jelas dia, maka ini adalah satu momentum terbaik untuk menghubungkan kebaikan antara muzakki dan mustahik. 


"All out melayani umat dalam kebaikan di bulan Ramadhan. BMH telah menyediakan beragam kemudahan donasi guna mewadahi semangat kebaikan tanpa batas para muzakki untuk memberdayakan sesama, terutama para mustahik," katanya. 

Dia menambahkan, dengan jaringan yang tersebar di 34 propinsi BMH menjadi lembaga amil zakat nasional yang siap sedia melayani para muzakki di berbagai tempat demi kebermanfaatan program yang luas hingga pelosok Tanah Air selama Ramadhan 1442 H.


Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta mengakui kiprah dan perjuangan BMH di dalam gerakan zakat Tanah Air. 


Menurut Arifin, BMH telah berkiprah luar biasa dan memenuhi jargon 3 kriteria syarat lembaga zakat yaitu, pertama, aman syar'i. Kedua, aman regulasi. Dan, ketiga, aman NKRI.


Dia menjelaskan, BMH secara syariah sesuai apa yang diperintahkan oleh Allah melalui Rasulullah SAW. Adapun aman secara regulasi, yakni BMH mengikuti perundangan undangan dan peraturan. 


"Laznas BMH adalah salah satu dari laznas yang terdaftar diakui oleh negara, amanah, profesional dan diaudit oleh akuntan publik setiap tahunnya," kata Arifin. 


Sementara aman NKRI, dijelaskan Arifin, adalah apa yang telah disalurkan BMH semuanya ikut membangun seluruh bangsa karena bangsa ini, mau tidak mau, adalah bangsa dengan umat Islam terbesar di dunia. 


Tidak hanya itu, Arifin secara langsung mendorong kinerja BMH dan mengajak publik untuk bermitra dengan BMH. "Boleh ditulis teman-teman media, ajak masyarakat, berzakat, infaq, sedekah, melalui Laznas BMH," ujarnya yang disambut applause para hadirin.

Wakil Pemred Republika, Nur Hasan Murtiaji juga menyampaikan bahwa BMH selalu punya cerita kebaikan. 


"Program-program BMH ini memang program-program yang tagar itu pas banget, ya, kebaikan tanpa batas. Salah satu yang mungkin saya sorot selain lumbung pangan santri ini, itu program yang sumur bor," kata Nur Hasan.


"Program ini berbuah kebaikan tanpa batas juga, karena BMH membuat sumur bor itu di daerah-daerah yang kekurangan air, jadi itu luar biasa," tuturnya menambahkan.


Menutup rangkaian publik ekspose BMH meluncurkan program lumbung pangan santri di Indonesia yang ditandai dengan pemukulan bedug bersama-sama seluruh nara sumber. 


Pada kesempatan itu, seluruh hadirin juga diberikan kesempatan menikmati buah karya program unggulan BMH di bidang ekonomi Sekolah Ibu Hebat berupa aneka makanan berbahan baku ikan.

×
Dari JempolKU Beramal+