Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Siap Tandang ke Medan Dakwah, Wisudawan Sekolah Dai Dipesan Filosofi Padi

Sabtu, 08 Mei 2021 | 19:00 WIB Last Updated 2021-05-09T08:24:22Z


BOGOR - Sebanyak 29 dai muda Sekolah Dai menjalani prosesi wisuda dan penugasan yang bertepatan dengan momentum akhir Ramadhan yang sudah memasuki hari ke-27 di Komplek Sekolah Dai Hidayatullah, Ciomas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/5/2021). 

Deputi Bidang Dakwah & Pelayanan Ummat DPP Hidayatullah Ust Hamim Thohari yang memberikan pidato pengarahan dalam wisuda tersebut, berpesan kepada para dai muda yang akan bertugas dakwah ke berbagai titik di Nusantara tersebut untuk meluruskan niat.


"Luruskan niat karena Allah dan terus belajar," kata Ust Hamim Thohari.


Seperti halnya belajar, Hamim menjelaskan, bahwasanya tidak ada istilah rugi dalam dakwah. Dengan belajar, kita akan semakin tahu dan dihantar untuk menjadi bijaksana. Begitupun dengan berdakwah, semakin banyak tantangan atau dinamika dihadapi maka kian banyak pengalaman yang bisa didulang menjadi hikmah kehidupan.


Dia menjelaskan, siapapun yang menggeluti kerja dakwah, menjadi dai dan atau setidaknya mendukung langkah dakwah dengan kemampuan sumber daya dimiliki, maka disana pasti ada keberuntungan dunia akhirat. 


"Tidak ada istilah rugi dalam dakwah, seperti halnya tidak ada rugi dalam belajar. Dakwah adalah jalan yang mulia dan menguntungkan," kata Ust Hamim. 


Dia melanjutkan, dakwah adalah pekerjaan sepanjang hayat, yang, karena itu, tidak saja mensyaratkan ketangguhan, ketekunan dan niat yang kuat, melainkan juga menuntut kesabaran para dai dalam menjalaninya. 


Ia menamsilkan gerakan dakwah layaknya menanam padi. Selain harus terus belajar agar semakin terampil dalam bertani, seorang petani juga harus tekun merawat benih yang sudah dihamparkan agar kelak dapat menuai hasil yang membahagiakan.


"Jika kita menanam padi, maka kita akan memanen padi pula. Sama halnya dengan dakwah, jika anda menebar kebaikan dengan dakwah, maka anda akan memanen kebaikan itu pula," katanya. 


"Jadi jelas tidak ada ruginya, maka berdakwahlah," sambungnya seraya menukaskan bahwa wisuda ini adalah proses deklarasi diri para dai bahwa dirinya adalah mujahid dakwah yang pantang mundur dan pantang menyerah.


Hamim juga berpesan kepada dai yang akan bertugas ini untuk memperhatikan 3 hal penting yang harus menjadi bekal setiap juru dakwah. Adapun 3 hal itu adalah Yakin, Istiqamah, dan, Tidak sombong. 


Menurutnya, dai harus mantap hati dan pikirannya sehingga keyakinannya betul betul terpatri dalam sanubari. Dengan keyakinan itu pula, ia teguh istiqomah mengiba pertolongan hanya kepada Allah SWT. 


Tak kalah penting adalah menjadi pribadi dai yang merangkul, tidak sombong, membuka diri dan memiliki kecakapan dalam menyikapi perbedaan serta berbagai dinamika di masyarakat. 


"Ciri dai yang tidak sombong adalah rela bersanding dengan orang lain. Sebagai dai, harus siap bersanding dengan siapapun selagi masih satu tujuan demi tegaknya kalimat Laa Ilaaha Ilallah," pungkasnya. 


Pada kesempatan ini ada 29 dai yang terdata siap menjalani wisuda dan ditugaskan ke berbagai daerah.


Muhammad Jihad Hirto di antaranya, dai muda asal Halmahera Maluku Utara ini mengaku siap menjalankan tugas dakwah.


“Insha Allah, bismillah. Dengan bekal ilmu yang kami peroleh selama setahun di Sekolah Dai ini, saya akan berusaha semampu saya terjun kedunia dakwah. Dimana masyarakat pedalaman memang sangat kekurangan dai yang siap membina masyarakat di sana,” ungkapnya semangat.


Wisuda dan penugasan dai Sekolah Dai Ciomas ini turut dihadiri secara offline dan sebagian online oleh perwakilan dari berbagai mitra seperti BMH, Bamuis dan MTT Telkomsel. Mitra strategis ini secara reguler memberikan dukungan terhadap  penyelenggaraan program Sekolah Dai.

×
Advertisement Link di Sini