Notification

×

Iklan

Iklan

Soft Opening Training Marketing Mushida, CEO Elcorps Berbagi Kiat Wirausaha

Sabtu, 31 Juli 2021 | 12:14 WIB Last Updated 2021-07-31T15:47:20Z


DEPOK - Pendiri yang juga CEO grup perusahaan Elcorps, Elidawati Ali Oemar, berbagi inspirasi berwirausaha kepada sedikitnya 234 peserta dalam acara pembukaan (soft opening) Training Digital Marketing yang digelar Departemen Ekonomi PP Muslimat Hidayatullah (Mushida) secara virtual, Sabtu (31/7/2021). 


Pada kesempatan pembukaan acara tersebut, El, sapaan akrabnya, memberi motivasi sekaligus berbagi kiat sukses dalam berwirausaha. Ia juga memaparkan sejumlah hal berkenaan dengan produktiiftas di masa pandemi. 


Menurut El, dalam membangun usaha, tak lain kuncinya adalah habit disiplin dan membangun mindset bahwa apa yang dilakukan adalah dalam rangka memberi manfaat seluas-luasnya dan sebanyak-banyaknya.  


"Di situ nanti fungsi sosial kita terlatih dan dari kebiasaan tersebut akan melatih insting kita," katanya seraya menceritakan kebiasaannya berjalan pagi yang masih ditekuni hingga kini. 


Kebiasannya jalan pagi tersebut, menurut El, pada gilirannya banyak memberi asupan inspirasi baginya dalam menjalani bisnis. Bahkan, acapkali mengalami kejadian yang barangkali sering terjadi dalam keseharian seperti berjumpa dengan berbagai macam orang. 


El mengatakan, dari perjumpaan dan mendengarkan langsung kisah perjalanan orang lain seperti pemulung yang ia dapati, ia mengaku banyak menyerap ilmu, medapatkan pembelajaran dan hikmah. 


"Gunakan waktu yang ada untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknya. Tidak hanya di kantor kita tapi juga di luar itu. Tidak saja (bermanfaat) di rumah tapi juga dimanapun kita berada," katanya. 


Ia kembali menekankan bahwa untuk menjadi pribadi yang bermanfaat maka mindset kita sebagai calon wirausaha harus tepat. Sehingga demikian ia memiliki nafas panjang dan tak tidak mudah menyerah. 


"Maknai segala aktifitas sebagai amal shaleh bukan beban, sehingga terhindari dari stres," kata peraih award Tokoh Anugerah Syariah Republika 2018 ini berpesan.


Dengan mindset amal shaleh tersebut, kata dia, maka diri akan selalu enjoy apapun yang terjadi bahkan ditengah kondisi pandemi seperti sekarang. 


Dengan beban perusahaan yang tidak ringan, El mengatakan dirinya bisa saja stres memikirkan itu semua. Ia lalu menggambarkan, income perusahaannya dari 100 persen, lalu kemudian masuk pandemi menjadi 58 persen. 


"Jadi tahun 2020 dahsyat banget, tidak bisa serta merta menyesuaikan diri dengan income. Pasti ada prosesnya. Apalagi dengan karyawan ada ribuan dan jaringan lebih 100 toko. Bisa dibayangkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya," katanya. 


Dengan menanamkan mindset amal shaleh sejak awal dan niat yang tulus ingin memberikan manfaat yang sebesar-besarnya pada orang lain, maka beban stres itu akhirnya hilang dengan sendirinya.  



Kemudian, kiat yang kedua, menurut El, adalah produktitas dimulai dari rutinitas yang baik. Dia mencontohkan, awal hari yang menentukan harus dimulai dengan hal positif seperti bangun shubuh, ibadah, jalan pagi, dan atau olahraga.


Lalu, ketiga, tingkatkan kompetensi dengan belajar dan melakukan praktik. Semakin kompeten, kata dia, maka akan semakin banyak masalah yang bisa diselesaikan dan orang tersebut semakin produktif. 


Bahkan dirinya sendiri, di usianya yang terbilang sudah cukup senior, El masih meluangkan waktu mengembangkan kompetensi termasuk rutin belajar menggunakan teknologi agar ia tetap dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman. 


"Saya kan orang lama (orangtua), ya biasanya itu bicara di depan orang, nggak di depan gambar atau depan layar. Termasuk hal ini juga saya pelajari. Saya dulu gak punya Instagram, gak punya Facebook, (sekarang) akhirnya punya walaupun karena kesibukan dibantu tim dengan ide ide yang disebarkan di sana tetap dari saya," tukasnya.


Mumpung masih muda dan ada kesempatan, ingatnya, sekarang terbuka peluang untuk bisa meningkatkan skil tanpa harus kemana mana. "Salah satunya melalui pelatihan digital marketing seperti yang digelar hari ini," imbuhnya.  


Dia juga menerapkan skil pengembangan diri itu di perusahannya. Ia mengatakan, dulu juga Elcorps memiliki agen agen yang hanya punya toko dan offline lainnya, namun lambat laun mereka juga dilatih mengalihkan target pasar mereka secara online yang karena itu mereka perlu meningkatkan skilnya. 


Yang keempat, terang El, muslimah perlu bisa jualan untuk menopang ekonomi keluarga. Jika bingung memulai darimana, maka bisa memilih menjadi agen/ reseller/ distributor produk atau brand yang sudah ada. 


"Tidak saja menjadi agen, jika berbakat bahkan pada akhirnya mereka punya keinginan memiliki merek sendiri, akhirnya punya merek sendiri," ungkap peraih IAEI Award 2017 ini sebagai Praktisi Ekonomi dan Keuangan Syariah Berpengaruh Bidang Fashion Hijab dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam. 


Dia menegaskan, siapapun yang pada awalnya bersungguh sungguh, berbakat dan terus berusaha untuk maju, maka akhirnya berhasil. Seperti pada masa pandemi ini, lanjutnya, banyak startup sukses yang justru pada awalnya kondisinya serba terbatas.


Lebih jauh, wanita berdarah Minangkabau ini mengingatkan pentingnya bersinergi dan berkolaborasi untuk menumbuhkan bisnis. 


"Usaha itu harus tekun dan ditekuni. Fokus. Jadi, sebelum berusaha pastikan dulu mau ngapain," kata finalis Entrepreneur of The Year 2016 dari Ernst & Young ini yang dinobatkan sebagai wanita inspiratif yang memiliki visi bisnis jauh ke depan. 


Menutup materinya, El mendorong ummahat untuk membangun kepercayaan diri dengan tidak terlalu banyak perencanaan dan hitung hitungan karena, menurutnya, usaha tak akan pernah jalan jika tak ada eksekusi.


Dia juga menyarankan bagi calon usahawan untuk membuat riset atau menyusun outline mengenai bisnis yang akan dijalani agar nantinya dapat digeluti dengan penuh dedikasi, produktif dan memiliki dampak manfaat tidak saja bagi pelaku bisnis namun juga orang orang sekitarnya.  


Acara yang dibuka oleh Ketua Bidang Perekonomian DPP Hidayatullah ini didukung oleh BMH, Telkomsel Orbit, Soka Socks, Elzatta Hijab, Majelis Telkomsel Taqwa (MTT), YBM PLN, LagiKreatif, dan dengan media partner Nasional.news dan majalah Suara Hidayatullah. 


Usai soft opening, selanjutnya kegiatan ini digelar secara ekslusif kepada peserta terdaftar dengan sebanyak 12 kali pertemuan atau selama 3 bulan yang digelar intensif setiap Ahad melalui Zoom dan mentoring via WhatsApp Group.

×
Advertisement Link di Sini