Notification

×

Iklan

Iklan

Buku Le Parle Covidnomics Perlu Masukkan Filantropi Islam

Selasa, 31 Agustus 2021 | 16:30 WIB Last Updated 2021-09-06T23:51:54Z

Penulis buku Le Parle Covidnomics Kamrussamad yang juga Anggota Komisi XI DPR RI (Foto: dok)

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah Imam Nawawi menyebut buku Le Parle Covidnomics yang disusun oleh Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad kehadirannya dapat menjadi pelajaran bagi Anggota DPR RI lainnya untuk bisa merekam kebaikan yang dilakukan sebagai jejak kebaikan bagi generasi mendatang.


Menurut Imam, buku Le Parle Covidnomics cukup berimbang, karena juga memberi ruang pada sisi pandangan yang secara langsung memberi catatan tajam terhadap anggota DPR, dimana Mas KS sendiri adalah Anggota DPR itu sendiri.


Di sisi lain, Imam juga memberikan kritik dan masukannya, dimana menurutnya buku ini perlu juga menyertakan lembaga filantropi dalam bahasannya mengingat perannya yang tidak kecil dalam menghadapi pandemi.


"Dalam kata lain di era dimana sinergi dan kolaborasi dikedepankan, jika Le Parle Covidnomics ini juga melibatkan kontribusi Lembaga Amil Zakat Nasional dan Baznas boleh jadi buku ini akan memiliki daya getar yang lebih kuat," kata Imam usai webinar. 


Hal itu disampaikan Imam disela acara Edukasi dan Sosialisasi Bedah Buku Pahlawan-Pahlawan Le Parle Covidnomics yang diselenggarakan hari ini, Selasa (31/8) secara virtual.


Menurut Imam, kalau ditinjau dari sisi gaya milenial dan generasi Z yang suka selfie buku ini bisa dikatakan sebagai selfie Komisi XI DPR RI yang ruang lingkup kerjanya memang meliputi Keuangan, Perencanaan Pembangunan Nasional dan Perbankan. 


"Saya katakan demikian karena pada kenyataannya kerja-kerja kepahlawanan di masa pandemi juga dilakukan oleh pihak lain, termasuk umat Islam secara umum melalui kesadaran menunaikan zakat, infaq dan sedekah via Lembaga Amil Zakat Nasional atau Baznas," imbuhnya. 


Terlebih secara konkret LAZ juga berkontribusi terhadap penanganan Covid-19. Sekalipun penting dipahami, kata Imam, ini memang bagian dari kinerja Anggota Komisi VIII DPR RI.


"Terlebih memang Mas KS menyampaikan buku ini merupakan kompilasi pemikiran kritis, aktual dan otentik dari sudut pandang seorang pengamat, birokrat dan politisi terhadap lahirnya Undang-Undang No. 2 Tahun 2020," pungkas Imam. 


Sementara itu, penulis buku Le Parle Covidnomics Kamrussamad mengatakan penyusunan buku ini merupakan ikhtiar untuk mengabadikan berbagai pemikiran dan tindakan nyata dalam menghadapi pandemi covid-19.


"Jadi saya berusaha merekam kembali pemikiran dan tindakan brilian yang lahir di zaman pandemi Covid-19 dari para tokoh-tokoh dalam buku ini. Inilah sejarah peradaban manusia zaman pandemi covid," kata KS.


Dia menambahkan, buku ini juga sekaligus menjawab keterbatasan referensi peristiwa flu Spanyol 1918, agar kedepan tersedia literasi bagi generasi muda Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.


Buku Pahlawan pahlawan Le Parle Covidnomics merupakan cerita perjuangan merumuskan kebijakan keuangan Negara dan Industri Keuangan dalam mengatasi krisis akibat Covid-19.


Dalam acara ini turut hadir memberikan sambutan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. 

×
Advertisement Link di Sini