Notification

×

Iklan

Iklan

Meneropong 2024, Sandiaga Dinilai Punya Peluang Lebih Baik untuk Menang

Selasa, 14 September 2021 | 16:00 WIB Last Updated 2021-09-14T15:54:55Z


JAKARTA - Founder Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia (KedaiKopi) Hendri Satrio menilai Sandiaga Salahuddin Uno masih punya peluang lebih baik untuk menang ketimbang Prabowo. 


Hal itu disampaikan Hendri Satrio dalam acara webinar politik dan kebangsaan bertajuk "Menakar Elektabilitas Figur Capres 2024 Pilihan Emak-emak", Selasa (14/9/2021). 


"Sandiaga memiliki peluang bagus karena pernah menjadi idola emak emak se Indonesia. Saya baca tuh beritanya, dipuji banyak emak emak di Indonesia," kata Hendri.


Namun kendati punya kans, menurut Hendri, Sandiaga tetap harus menunggu giliran. Sebab, kata dia, kalau Prabowo masih ingin maju pada kontestasi 2024, maka langkah Sandi otomatis tertahan. 


"Jadi yang harus diyakinkan oleh Sandiaga Uno sebelum maju adalah Gerindra dulu. Internal. Pak Prabowo rela gak bila kemudian dia menolak untuk tidak maju mengusulkan sosok yang namanya Sandiaga, yang, menurut saya, masih punya peluang lebih baik untuk menang ketimbang pak Prabowo," kata Hendri. 


Lantas, siapa capres atau cawapres yang akan menjadi pilihan emak emak. Dalam salah satu surveinya, Hendri menyebutkan ada tiga indikator calon presiden bagi perempuan yaitu tegas, merakyat dan jujur. 


Survei KedaiKopi dengan 1200 responden yang dimana 542 diantara mereka adalah perempuan, menemukan bahwa calon presiden bagi kaum perempuan itu melandaskan pada ketiga indikator tersebut.


"Kombinasi presiden dan wakil presiden menurut responden perempuan, 77,1 persen memilih pasangan laki laki dan laki laki. Kemudian 20,1 persen memilih pasangan laki dan perempuan," sebut Hendri. 


Namun, ditengah dinamika tersebut, Hendri mengatakan tidak bisa dikesampingkan isu isu perkemgangan di politik Indonesia seperti amandemen UUD 45 yang direncanakan oleh MPRI yang telah disampaikan pada sidang umum tahun lalu yang akhirnya berkembang kemana mana. 


"Jangan sampai ramai membincangkan soal calon 2024, tapi bila lengah, maka ini jadi sia sia. Maka saya ajak, jangan sampai kita asyik berbincang tentang calon calon namun ada gerakan gerakan politik yang tidak terpantau," ujarnya.


Dia mengatakan akan ada dampak besar bagi semua apabila demokrasi yang sedang dibangun ini kembali lagi ke dalam masa masa kelam orde lama dan orde baru dimana presiden bisa dipilih lebih dari dua periode. 


Webinar yang digelar Salam Institute dan Nasional News ini juga menghadirkan narasumber Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, Ketua Komisi Perempuan MUI Pusat 2015-2020 yang juga Ketum Muslimah Al Washliyah 2016-2021 Dr. Azizah, MA, Ketua Umum PP Wanita PUI Dra. Hj. Iroh Siti Zahroh, Msi dan dipandu oleh moderator Wizdan Fauran Lubis dari Salam Institute.

×
Advertisement Link di Sini