Notification

×

Iklan

Iklan

Pilpres 2024, KedaiKopi Sebut Sandiaga Punya Tabungan Elektabilitas

Selasa, 14 September 2021 | 15:30 WIB Last Updated 2021-09-14T15:59:14Z


JAKARTA - Founder Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia (KedaiKopi) Hendri Satrio menyebut ada 5 figur tokoh politik yang masih memiliki pengaruh saat ini, diantaranya ada nama Sandiaga Salahuddin Uno. 


Hendri menyebutkan, kalau dilihat dari tabungan elektabilitas, Indonesia masih menyisakan 5 orang yang masih bisa menggunakan tabungan elektabilitas untuk maju yaitu Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, KH Ma'ruf Amin, Hatta Rajasa dan Jusuf Kalla. 


"Tabungan elektabilitas ini menjadi penting karena tidak dimiliki tokoh tokoh calon presiden lainnya," kata Hendri dalam acara webinar politik dan kebangsaan bertajuk "Menakar Elektabilitas Figur Capres 2024 Pilihan Emak-emak", Selasa (14/9/2021). 


Menurutnya, kelima tokoh ini langkahnya lebih maju dibandingkan dengan calon calon presiden lainnya. Termasuk lebih maju dengan para pemegang tiket yakni para ketum parpol seperti Erlangga Hartarto, Ahmad Syaikhu, Zulkifli Hasan, Surya Paloh dan Suharso Monoarfa.


Menanggapi moderator Wizdan Fauran Lubis yang menyebut nama Sandiaga, menurut Hendri, kalau misalnya menteri Parekraf ini mau maju, ia memiliki modal tabungan elektabilitasnya itu. 


"Tinggal dipoles lagi. Pada siapa kemudian Sandi akan memilih, kalau mau maju lagi, apakah dari Gerindra, atau saya dengar selentingan sedang dekat dekatnya dengan PPP. Bisa jadi nanti kejadian seperti Jakarta: Anies Sandi," kata Hendri. 


Namun bagi Hendri, ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi. "Atau, Sandi (bisa) juga terbuka kepada parpol lain seperti (dengan) Erlangga dan mungkin juga pada Puan Maharani," imbuhnya. 


Hendri mengatakan siapapun paslon 2024 tidak bisa menafikkan pemilih perempuan atau emak emak. Dia mengatakan pemilih perempuan yang secara data saja, 51,17 persen lebih banyak daripada pemilik suara laki laki, maka perempuan menjadi prioritas penting dalam pilpres 2024.


Namun, dia mengingatkan adanya tantangan demokrasi yang tidak ringan berkenaan dengan gerakan gerakan yang menginginkan presiden 3 periode, penambahan masa jabatan presiden, atau pemilihan presiden oleh MPR lagi.


"Jangan sampai ramai membincangkan soal calon 2024, tapi bila lengah, maka ini jadi sia sia. Maka saya ajak, jangan sampai kita asyik berbincang tentang calon calon namun ada gerakan gerakan politik yang tidak terpantau," ujarnya.


Dia mengatakan akan ada dampak besar bagi semua apabila demokrasi yang sedang dibangun ini kembali lagi ke dalam masa masa kelam orde lama dan orde baru dimana presiden bisa dipilih lebih dari dua periode. 


"Saya berharap emak emak juga bergandegan tangan bersama sama mahasiswa menjaga negara ini dan demokrasi," pungkasnya. 


Webinar yang digelar Salam Institute dan Nasional News ini juga menghadirkan narasumber Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, Ketua Komisi Perempuan MUI Pusat 2015-2020 yang juga Ketum Muslimah Al Washliyah 2016-2021 Dr. Azizah, MA, Ketua Umum PP Wanita PUI Dra. Hj. Iroh Siti Zahroh, Msi dan dipandu oleh moderator Wizdan Fauran Lubis dari Salam Institute. 

×
Advertisement Link di Sini