Notification

×

Iklan

Iklan

Hidayatullah Magetan Serap Ilmu Kelola Wakaf pada Roumah Wakaf

Kamis, 11 November 2021 | 14:40 WIB Last Updated 2021-11-11T10:37:05Z

Ketua Roumah Wakaf, Mohtar Mahmud, menerima kunjungan silaturrahim audiensi rombongan pengurus Hidayatullah Magetan yang dipimpin Ust Ainur Rofiq di kantor pusat Roumah Wakaf, Surabaya, Kamis, 11 November 2021 (Foto: Istimewa/ Nasional.news)

SURABAYA -
Rombongan pengurus Hidayatullah Magetan melakukan silaturrahim sekaligus menggali pengalaman dan menyerap ilmu kepada Roumah Wakaf tentang pengelolaan amanah dana wakaf umat secara profesional, produktif, dan berkesinambungan di Surabaya, Kamis (11/11/2021). 


Kunjungan pengurus Hidayatullah Magetan ke Roumah Wakaf tersebut dipimpin langsung Ust Ainur Rofiq selaku ketua yayasan Hidayatullah Magetan dan diterima di di kantor utama Roumah Wakaf. 


Ainur Rofiq yang memboyong sekaligus empat orang tim dalam pengantarnya mengatakan pihaknya ingin mempelajari pola yang diterapkan oleh nadhir wakaf untuk memberikan kepercayaan kepada ummat.


Ainur Rofiq beserta timnya menggali ilmu dan pengalaman dengan menanyakan berbagai macam pertayaan berkenaan deangan wakaf. Mulai dari legalitas, program, branding, dan berbagai macam hal yang menjadi diskusi hangat di pagi menjelang siang ini.


Salah seorang dari rombongan menceritakan pengalamannya terkait pengelolaan Baitul Maal Muhtadin yang dijalankan Hidayatullah Magetan bahwa. "Setiap dana yang terkumpul selalu habis, sehingga dari bulan ke bulan harus selalu mulai dari nol," katanya. 


Ketua Roumah Wakaf, Mohtar Mahmud, lantas menyampaikan beberapa hal tentang wakaf. Menurut Mohtar, memang ada perbedaan antara badan wakaf dengan laznas. 


"Kalau laznas itu belanja konsumtif sedangkan wakaf itu belanja modal," kata Mohtar seperti keterangan persnya diterima media Nasional.news, Kamis. 


Sehingga, terang dia, dapat disimpulkan bahwa kalau belanja konsumtif berarti mengumpulkan dan harus langsung disalurkan.


"Berbeda halnya dengan belanja modal, kita mengumpulkan dan harus diproduktifkan dan dari hasil itu baru kita manfaatkan," kata Mohtar.


Senada dengan itu, Manajer Wakaf Produktif Roumah Wakaf, Ahmad Pujito, menimpali bahwa wakaf memang masih menjadi "barang" tabuh di umumnya kalangan masyarakat umum. 


"Sehingga, persepsi yang muncul ketika mendengar kata wakaf, yang terlintas adalah aset yang tidak bergerak dan kurang memiliki nilai ekonomi," imbuh Pujito.


Oleh karenanya, Pujito menambahkan, tim wakaf atau nadhir wakaf harus banyak memberikan edukasi ke masyarakat bahwa harta wakaf adalah harta yang bisa dibawa pada saat kita meninggal dunia. Hal itu ditegaskan Pujito seraya menukil hadits Nabi yang diriwayatkan Imam Muslim. 


"Tiga perkara yang amalannya tetap mengalir (tidak putus) walaupun seseorang tersebut sudah meninggal, diantaranya adalah sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendoakan orang tuanya". 


Diakhir pertemuan itu, disepakati untuk terus menyambung silaturrahim dalam eratkan ukhuwah dan terus menjajaki berbagai potensi yang dapat disinergikan untuk kemajuan bersama, umat, agama, bangsa, dan negara. 

×
Advertisement Link di Sini