Notification

×

Iklan

Iklan

MDMC Pamekasan Gelar Diklat UBAH Kemitraan Indonesia - Australia

Senin, 01 November 2021 | 11:30 WIB Last Updated 2021-11-01T10:13:38Z

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten Pamekasan Slamet Goestiantoko saat menyampaikan materi dalam acara Pelatihan Perubahan Perilaku dan Lokarya Perencanaan Program di Sekolah Referensi dengan sekolah sasaran SMA Muhammadiyah 1 Pamekasan (Foto: Kholisan/ Nasional.news)

PAMEKASAN - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pamekasan mendapat kepercayaan dari Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai pelaksana program Usaha Berubah Hadapi (UBAH) Covid-19. 


Ketua MDMC Pamekasan Hendri Masduki mengatakan program UBAH ini merupakan program Kemitraan Australia - Indonesia untuk kesiapsiagaan bencana melalui Muhammadiyah.

 

Kegiatan tersebut salah satunya dikemas dengan Pelatihan Perubahan Perilaku dan Lokarya Perencanaan Program di Sekolah Referensi dengan sekolah sasaran SMA Muhammadiyah 1 Pamekasan.


Kegiatan ini gelar salama 4 hari dimulai dari Jum’at, 29 Oktober - Senin, 1 November 2021 di Odaita Hotel, Jl. Raya Sumenep No. 88 Pamekasan. 


Kepesertaan dalam kegiatan ini adalah guru dan tenaga kependidikan sebanyak 25 peserta, terdiri dari 14 perempuan dan 11 laki-laki," kata," kata Hendri Masduki ketika ditemui media ini, Senin (01/11/2021).


Adapun proporsi perta pelatihan ini, menurut Hendri, sebagai manefestasi keterwakilan perempuan minimal 30 % dengan konsep GEDSI (Gender Equity, Disability, and Social Inclusion).


"Ini akan dilakukan secara berkesinambungan selama tiga bulan di SMA Muhammadiyah 1 Pamekasan sebagai sekolah referensi dimulai dari bulan Oktober sampai Desember 2021," jelas pria yang juga menjabat sebagai Manajer MDMC Area Pamekasan tersebut.


Lebih lanjut, mantan aktivis HMI itu menambahkan, kegiatan tersebut kedepannya dilaksanakan dengan model pendampingan pada guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik. 


Dia menambahkan, selanjutnya nanti akan diadakan pelatihan dan pendampingan pada guru, tenaga kependidikan dan peserta didik di SMA Negeri 1 Pamekasan sebagai sekolah replikasi. 


"Rencananya akan dilaksanakan mulai Januari sampai Maret 2022 pada bulan berjalan," tegasnya. 


Hendri berharap, program UBAH tersebut mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam hal perubahan perilaku bagi warga sekolah.  Khususnya, lanjut dia, dalam penyelengggaraan pendidikan dan pengajaran di tengah pandemi Covid-19 dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.


Untuk diketahui, acara itu dibuka langsung oleh Dede Sumarno selaku Perwakilan dari Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. 


Turut hadir memberikan sambutan Ketua PDM Pamekasan Daeng Ali Taufik dan diisi langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten Pamekasan Slamet Goestiantoko sebagai pemateri.*/Kholisin

×
Advertisement Link di Sini