Notification

×

Iklan

Iklan

Pentingnya Peran Media Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan

Kamis, 25 November 2021 | 14:49 WIB Last Updated 2021-11-26T08:36:38Z
Jamshed M. Kazi, UN Women Respresentative and Liason to ASEAN saat menyampaikan sambutannya (Foto: Istimewa/ Nasional.news)

JAKARTA - UN Women Representative and Liasion to ASEAN Jamshed M. Kazi mengatakan konten berita media dapat berkontribusi dalam menormalisasi kekerasan terhadap perempuan dan seksisme. 


"Media memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan kesetaraan gender," kata Jamshed dalam diskusi bertajuk 'Ubah Narasi: Peran Media dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan', Kamis (25/11/2021).


Hal itu disampaikan Jamshed ketika memberi sambutan dalam acara webinar Peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 Days of Activism) yang digelar Yayasan Care Peduli dan UN Women itu.


Jamshed menjelaskan, pemberitaan media yang lebih bertanggung jawab dan lebih luas mungkin tidak akan mengakhiri atau menyelesaikan masalah kekerasan terhadap perempuan, karena ini membutuhkan keterlibatan dari seluruh masyarakat. 


Namun, dia menegaskan, peran media tetap penting untuk meningkatkan kesadaran, melawan misinformasi, menanamkan lebih banyak kepercayaan bagi para penyintas dan mendorong respons publik 


"Terutama, di antara pembuat kebijakan, akademisi, influencer, dan penyedia layanan," ujar Jamshed. 


Sementara itu, pemerhati masalah peremuan yang juga CEO Yayasan Care Peduli Bonaria Siahaan, dalam kesempatan yang sama mengatakan pihaknya memiliki visi menciptakan dunia yang memberikan harapan, bersifat inklusif dan berkeadilan, dimana semua orang dapat hidup bebas dari kemiskinan, bermartabat dan memiliki rasa aman. 


"Kekerasan terhadap perempuan jelas bertentangan dengan visi tersebut, karena mana mungkin seseorang dapat hidup dengan aman dan bermartabat apabila masih mengalami kekerasan dan hidup di bawah ketakutan," kata Bonaria. 


pemerhati masalah peremuan yang juga CEO Yayasan Care Peduli Bonaria Siahaan (Foto: Istimewa/ Nasional.news)

Sejalan dengan visi ini, Bonaria melanjutkan, CARE mempunyai komitmen untuk terus mengadvokasi dan berkolaborasi dengan semua pihak dalam upaya penghilangan kekerasan terhadap perempuan dan untuk memperjuangkan kesetaraan gender.


Untuk memperingati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Yayasan Care Peduli (YCP) dan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan, UN Women hari ini mengadakan diskusi “Ubah Narasi: Peran Media dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan”. 


Bonaria menjelaskan, acara ini bertujuan untuk membuka percakapan terkait peran media dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dengan peliputan yang berperspektif korban serta dalam mempromosikan norma positif yang mendukung pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender. 


"Itulah mengapa tajuk pembahasan diskusi ini adalah "Ubah Narasi", dimana media sebagai potret dari kondisi sosial masyarakat mempunyai power yang sangat besar untuk menjangkau, mengedukasi dan membentuk opini yang diharapkan dapat mengubah perspektif akan kekerasan terhadap perempuan," tutup Bonaria. 


Acara ini juga dihadiri oleh narasumber panelis lainnya yaitu Komisioner Komnas Perempuan Veryanto Sitohang, Produser Film dan Figur Publik Lola Amaria, Co-founder dan Editor-in-chief Magdelene.co Devi Asmarani, National Project Officer Communication and Information UNESCO Jakarta Cresti Fitriana, dan dipandu tokoh perempuan inspratif Elvera N. Makki.

×
Advertisement Link di Sini