Notification

×

Iklan

Iklan

PMI Komitmen Wujudkan Indonesia Bebas Polio Bersama IFRC dan USAID

Selasa, 02 November 2021 | 13:00 WIB Last Updated 2021-11-02T23:48:16Z

Ketua Bidang Kesehatan & Sosial PMI Pusat, Fachmi Idris, menyampaikan sambutan dalam peluncuran Program Kesiapsiagaan Polio secara resmi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa, 2 November 2021 (Foto: Istimewa/ Nasional.news)

KUPANG – Palang Merah Indonesia (PMI) menegaskan komitmen mendukung program pemerintah dalam mengeradikasi polio pada peluncuran Program Kesiapsiagaan Polio secara resmi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (2/11/2021).


Ketua Bidang Kesehatan & Sosial PMI Pusat, Fachmi Idris, mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan PMI untuk mendukung pemerintah agar imunisasi dasar menjangkau seluruh anak, baik melalui program imunisasi nasional, campak rubella, maupun program lainnya. 


“Penting sekali untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam memberi akses kepada seluruh anak Indonesia agar tehindar dari polio, campak, dan rubella melalui Program Imunisasi Nasional," kata Fachmi dalam sambutan peluncuran. 


Kata dia, Relawan Palang Merah Indonesia merupakan garda terdepan dalam upaya eradikasi polio di Indonesia sehingga perlu untuk fokus pada kegiatan deteksi awal, pencegahan, dan peningkatan kapasitas sumber daya agar mampu melindungi anak-anak di Indonesia dari virus polio.


Dia menyebutkan, sebanyak 1.000 relawan Palang Merah di wilayah tersebut akan menerima pelatihan agar mampu mendukung Pemerintah Indonesia menggenjot program imunisasi polio. 


Lebih jauh diterangkan, PMI dengan dukungan dari Federasi Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah (IFRC) dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) akan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan akses masyarakat melalui program dan layanan imunisasi polio. 


"PMI akan mendorong peningkatan permintaan vaksinasi serta mengurangi penolakan terhadap vaksin di masyarakat. PMI juga akan meningkatkan pelacakan (surveillans) untuk kasus Lumpuh Layu Akut (Acute flaccid paralysis)," imbuhnya.


Ketua Bidang Kesehatan & Sosial PMI Pusat, Fachmi Idris, Kepala Delegasi Federasi Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah (IFRC) Jan Gelfand, Mission Director USAID Indonesia Ryan Washburn, dan tokoh lainnya dalam peluncuran Program Kesiapsiagaan Polio secara resmi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa, 2 November 2021 (Foto: Istimewa/ Nasional.news)

Adapun fokus pelaksanaan akan menargetkan daerah berisiko tinggi dan memiliki cakupan rendah terhadap program imunisasi polio di 5 provinsi, yaitu Aceh, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat. 


"PMI akan menggunakan pendekatan pemberdayaan kesehatan masyarakat dan pengurangan risiko bencana serta krisis kesehatan," ujarnya.


Kepala Delegasi Federasi Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah (IFRC) Jan Gelfand menambahkan, Asia Tenggara secara resmi telah terbebas dari polio sekitar tujuh tahun yang lalu, tetapi ia meyakini terdapat potensi bermunculan kembali. 


Menurut Gelfand, tantangan di tengah pandemi yang masih berlangsung, lanjutnya, memerlukan adanya peningkatan upaya untuk melindungi setiap anak di Indonesia terhadap imunisasi dasar.


“Pandemi tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat khususnya semua anak-anak Indonesia untuk mendapatkan akses imunisasi dasar, khususnya polio. Dukungan kepada Palang Merah Indonesia sangatlah penting untuk mencegah kemunculan kembali virus ini,” tukasnya.


Ryan Washburn, Mission Director USAID Indonesia mengapresiasi Indonesia yang telah berhasil mengembangkan integrasi dan koordinasi antar lembaga untuk menyukseskan eradikasi polio. 


“USAID gembira dapat bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dan organisasi seperti Palang Merah Indonesia dan Federasi Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah untuk memberantas Polio dan memastikan vaksin polio menjangkau setiap anak di Indonesia, tanpa kecuali,” tegasnya.

×
Advertisement Link di Sini