Notification

×

Iklan

Iklan

Rapat Dengar Pendapat HMRI dengan DPRD Luwu Utara Buahkan Progres

Senin, 01 November 2021 | 23:27 WIB Last Updated 2021-11-03T02:15:34Z

Tampak aktifis pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Rongkong Indonesia (HMRI) dalam kesempatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Luwu Utara (Foto: Ekky/ Nasional.news)

LUWU UTARA - Himpunan Mahasiswa Rongkong Indonesia (HMRI) melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan wakil rakyat daerah Kabupaten Luwu Utara yang berjalan dengan baik di gedung DPRD Luwu Utara, Masamba, Senin (1/11/2021).


Rapat dengar pendapat tersebut melibatkan Ketua DPRD Luwu Utara, Basir, dan beberapa anggota dewan termasuk ketua Komisi I dan Komisi II.


RDP ini juga melibatkan sekretaris dari Dinas Kesehatan, perwakilan dari Dinas Kominfo dan juga dari unsur Dinas PU Kabupaten Luwu Utara. 


Ketua Himpunan Mahasiswa Rongkong Indonesia, Didit Permana, mengatakan, RDP dilakukan berangkat dari beberapa persoalan yang dihadapi masyarakat di Kecamatan Rongkong akhir-akhir ini. 


"Salah satunya tidak adanya ketersediaan mobil jenazah di puskesmas Kecamatan Rongkong," terang Didit berkenaan dengan diantara isu yang dibahas dalam RDP tersebut. 


Dikatakan Didit, dalam kesempatan itu HMRI menyuarakan keluhan masyarakat Rongkong yang berharap akan adanya unit mobil ambulance khusus untuk mengangkut jenazah di kecamatan itu. 


"Tiadanya mobil khusus jenazah, akhirnya masyarakat sangat sulit untuk membawa jenazah dari satu tempat ke tempat yang lain," imbuh Didit.


Didit lalu menyebutkan seperti kejadian beberapa waktu, dimana viral di media sosial masyarakat terpaksa harus menandu jenazah dengan berjalan kaki menggunakan sarana yang sederhana sejauh kurang lebih 7 kilo meter.


"Kondisi ini sangat memprihatinkan, sehingga Himpunan Mahasiswa Rongkong Indonesia bergerak untuk menyampaikan masalah tersebut kepada wakil rakyat melalui Rapat Dengar Pendapat yang dilakukan hari ini," kata Didit. 


Dalam rapat dengar pendapat itu, Didit Permana menyampaikan di hadapan wakil rakyat yang hadir berkenaan dengan kondisi tersebut. 


Pihaknya menyesalkan tiadanya fasilitas mobil jenazah untuk membantu masyarakat tersebut. Padahal, menurutnya, infrastruktur jalan yang ada sudah memadai untuk aktifitas mobilisasi kendaraan semacam itu. 


"Mobil jenazah ini sangat dibutuhkan masyarakat Rongkong mengingat jarak antara layanan kesehatan puskesmas yang ada di ibu kota kecamatan dengan desa-desa yang lain cukup jauh dan agak sulit untuk dijangkau," kata Didit.  


Sehingga, tegas Didit, pihaknya sangat mendesak dilakukannya pengadaan mobil jenazah di Kecamatan Rongkong.


Bukan hanya soal mobil jenazah. Para mahasiswa juga menyampaikan keluhan masyarakat mengenai sukarnya akses telekomunikasi di kawasan itu. Hal ini seperti diutarakan Malik Fajar, mahasiswa "jenderal lapangan" yang turut mendorong RDP tersebut.


Fajar menyampaikan juga beberapa persoalan yang dihadapi masyarakat Rongkong, termasuk tidak adanya perawatan infrastruktur jalan yang baru-baru ini diakses masyarakat serta masalah jaringan telekomunikasi.

Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) aktifis pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Rongkong Indonesia (HMRI) dengan wakil rakyat dan pihak terkait lainnya di di Gedung DPRD Luwu Utara (Foto: Ekky/ Nasional.news)

"Masyarakat Rongkong masih saja tertinggal karena sampai saat ini belum ada akses jaringan telkomunikasi yang sangat berdampak terhadap perkembangan di beberapa sektor vital seperti pendidikan dan perekonomian masyarakat di tengah pandemi covid-19," kata Malik Fajar.


Akibat tiadanya akses telekomunikasi yang memadai, hal ini turut mempengaruhi kegiatan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi. Sementara, di waktu yang sama, pemerintah mengimbau harus belajar, kerja dan ibadah di rumah saja untuk menekan penyebaran pandemi. 


"Hampir keseluruhan aktifitas itu dihabiskan dalam jaringan daring termasuk sekolah online. Ini yang menjadi masalah. Disaat kita di anjurkan sekolah online, justru keadaan daerah kami tidak mendukung untuk melaksanakan sekolah online," kata Malik Fajar. 


Ketika pada umumnya daerah lainnya telah memiliki akses yang baik terhadap data telekomunikasi dan dapat memasarkan berbagai jenis perniagaan, kata Fajar, masyarakat Rongkong justru bingung untuk membuka kran pasar agar dapat terjual.

 

"Sehingga kami mendesak agar pemerintah dapat memastikan keterjangkauan jaringan telekomunikasi di kecamatan Rongkong," tegas Fajar.


Rapat dengar pendapat tersebut berjalan dengan baik. DPRD maupun dinas terkait peserta RDP memberikan respon positif dan berkomitmen untuk melakukan tindaklanjut. 


Untuk pengadaan mobil jenazah, RDP itu berhasil menelurkan solusi yang cukup progresif. Meskipun belum ada pengadaan mobil yang baru, namun pemerintah punya aset mobil lama yang akan diperbaiki dan dapat dioperasikan dalam waktu dekat ini.


Sementara untuk persoalan jaringan telekomunikasi yang memang menjadi salah satu hal penting saat ini selama pandemi, tuntutan HMRI dapat diterima dengan baik. 


Pada tahun 2022 dijanjikan akan ada pengadaan jaringan di kawasan itu melalui intervensi program untuk menyediakan pelayanan akses internet di wilayah blankspot dan tidak terjangkau internet. Hal ini sebagaimana pernyataan dari Kominfo Kabupaten Luwu utara dalam RDP.*/Ekky

×
Advertisement Link di Sini