Notification

×

Iklan

Iklan

Sunpride Pertama Aplikasikan Teknologi Blockchain Traceability

Jumat, 10 Desember 2021 | 17:40 WIB Last Updated 2021-12-10T12:02:56Z

Chief Executive Officer PT Sewu Segar Nusantara (Sunpride) Cindyanto Kristian dalam acara media gathering dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-26 Sunpride, Jum'at, 10 Desember 2021 (Foto: Istimewa/ Nasional.news) 

JAKARTA - Perusahaan penyedia buah segar terkemuka, Sunpride, meluncurkan teknologi blockchain traceability pada produk buah segar, yaitu jenis pisang mas. 


"Saya bangga karena Sunpride menjadi perusahaan buah pertama yang mengaplikasikan teknologi blockchain traceability pada buah segar di Indonesia," kata Chief Executive Officer PT Sewu Segar Nusantara (Sunpride) Cindyanto Kristian dalam acara media gathering dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-26 Sunpride, Jum'at (10/12/2021). 


Cindyanto mengatakan, dengan pengaplikasian tersebut, pihaknya ingin menghadirkan buah segar berkualitas yang dapat diidentifikasi dan ditelusuri dari mulai petani hingga ke tangan konsumen, sehingga keamanan pangan pada buah ini dapat terus terjaga.


Cindyanto menjelaskan, tujuan dari teknologi ini adalah untuk menelusuri dan mengidentifikasi produk dari seluruh tahapan demi meningkatkan kualitas dan memastikan keamanan dalam produk. 


Pada peluncuran perdana, Sunpride menggandeng Super Indo sebagai partner retail pertama yang akan menjual produk buah pisang mas yang telah mengimplementasikan teknologi ini di seluruh gerai Super Indo di Jakarta dan Surabaya.


"Teknologi blockchain traceability ini adalah kemampuan untuk menelusuri dan mengidentifikasi produk dari seluruh tahapan, mulai dari toko hingga ke petani, sehingga kemanan pangan lebih terjamin," katanya. 


Dia menerangkan, teknologi ini diimplementasikan dalam salah satu produk, yaitu pisang mas, sehingga perjalanan buah tersebut mulai dari petani hingga ke retailer dapat tercatat secara transparan.


Chief Executive Officer PT Lion Super Indo, Johan Boeijenga, pada kesempatan yang sama mengatakan sangat senang menyambut peluncuran Farming Blockchain Traceability pertama di Indonesia oleh Sunpride dan menghargai kemitraan yang terjalin antara PT Lion Super Indo dan PT Sewu Segar Nusantara. 


"Tentunya tujuan dari implementasi teknologi ini juga sejalan dengan visi kami yaitu untuk menyediakan produk sehat mudah didapat dan terjangkau dimana saja dan kapan saja," ungkap Johan. 


Menurut Johan, kemitraan ini sejalan dengan strategi Super Indo untuk menjual produk yang transparan, dapat dilacak, dan berkelanjutan. 


Senada dengan itu, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (Kemenko) pun mengapresiasi dan mendukung inisiatif Sunpride dalam melakukan implementasi teknologi blockchain traceability ini. 


Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultural Kemenko Perekonomian, R. R. Yuli Sri Wilanti, menjelaskan bahwa implementasi teknologi ini sejalan dengan  program Pengembangan Agribisnis Hortikultura milik Kemenko. 


"Kami mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Sunpride untuk bermitra, membina petani pisang mas di Lumajang untuk “naik kelas” sehingga dapat menghasilkan pisang mas terbaik," imbuh Yuli. 


Inisiatif kemitraan ini menurut Yuli juga sejalan dengan program prioritas yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dengan tujuan peningkatan produksi, kualitas, kontinuitas dan investasi serta peningkatan konsumsi buah nusantara.


Yuli menjelaskan, fokus dari pemerintah adalah memastikan konsumen mendapat produk makanan yang sehat, aman, kualitas yang baik, higienis serta diproduksi melalui proses ramah lingkungan. Oleh karena itu, Yuli juga berharap akan lebih banyak lagi perusahaan lain yang melakukan hal serupa. 


"Kami dari Kemenko Perekonomian sangat mendukung penggunaan teknologi dalam menjaga kualitas dan keamanan produk yang dihasilkan kelompok tani," kata Yuli. 


Pihaknya berharap inisiatif ini dapat juga dikembangkan oleh pelaku industri pertanian dan makanan yang lain dengan melibatkan lebih banyak kolaborasi petani di daerah.


Cindyanto mengimbuhkan, dalam pengimplementasian program ini, Sunpride juga bekerja sama dengan petani pisang mas di kabupaten Lumajang, Jawa Timur guna pemenuhan stok kebutuhan buah pisang mas yang akan didistribusikan ke gerai Super Indo di Jakarta dan Surabaya. 


Untuk mengetahui ketelusuran produk pisang mas ini, kata Cindyanto, konsumen dapat memindai QR Code yang tertempel pada produk menggunakan smartphone. Setelah memindai, konsumen dapat membaca informasi lengkap mengenai perjalanan produk tersebut. 


“Saat ini memang baru terimplementasi pada produk pisang mas. Harapannya ke depan kami terus dapat meningkatkan teknologi ini agar dapat terimplementasi diseluruh produk kami sehingga ketelurusan dan keamanan produk dapat terjaga sampai ketangan konsumen,” tutur Cindyanto. 


PT Sewu Segar Nusantara merupakan salah satu anak perusahaan Great Giant Foods yang merupakan leading distribution buah-buahan segar dengan merek Sunpride sejak tahun 1995. 


Jaringan distribusi Sunpride mencakup 133 kota di 9 cabang yaitu Lampung, Tangerang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Balikpapan, dan Makassar, 56 sub-distributor, 65 wholesalers, 6.000 retailer dan 2.000 modern market. 


"Setiap harinya kami melayani sekitar 10.000 outlet dan sub-distributor warehouses," pungkas Cindyanto. 


Sementara itu, PT Lion Super Indo adalah jaringan gerai supermarket yang tersebar kota dan kabupaten di Pulau Jawa dan Sumatera bagian selatan termasuk supermarket waralaba dengan merek Super Indo Express yang berlokasi di Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Depok. 


Didukung lebih dari 9.000 karyawan terlatih, Super Indo menyediakan beragam produk kebutuhan sehari-hari dengan kualitas yang dapat diandalkan, lengkap, hargahemat, dan lokasi toko yang mudah dijangkau.

×
Advertisement Link di Sini