Advertisement

Kopi Pemuda di Palu, Komite Pemberdayaan MES Dorong Tumbuhkan Etos Kerja

Baca Juga

- Advertisement -

PALU – Wakil Ketua Komite Pemberdayaan Desa, Pesantren, dan Pembinaan Usaha Mikro Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Suhardi, S.Th.I, berbagi inspirasi gerakan keswadayaan dan kepemudaan di Kota Palu, Sulewesi Tengah (Sulteng).

“Pemuda juga dapat berkiprah dan melakukan perubahan dengan gerakan keswadayaan sebagai modal kultural yang melekat dalam keseharian masyarakat,” kata Suhardi di Saung Kopi Pemuda, Kota Palu, Sulteng, Rabu (1/2/2023).

Kehadiran Suhardi di Kota Lima Dimensi itu dalam rangka anjangsana sekaligus memenuhi undangan sebagai narasumber dalam acara bertajuk Kopi Pemuda Aktivis Mengabdi gelaran PW Pemuda Hidayatullah Sulteng yang berlangsung di Saung Kopi Pemuda, Kampus Hidayatullah Palu, Jalan Uwe Buro, Tondo, Kecamatan Mantikulore.

- Advertisement -

Menurut Suhardi, pemberdayaan pemuda penting untuk selalu digelorakan seiring dengan kian merangseknya pengaruh kehidupan modern. Tak terkecuali bagi masyarakat desa di Sulteng, khususnya di Mantikulore.

“Jangan sampai pengaruh digitalisasi justru merenggangkan kedekatan komunal dimana kita berada, sebab perangkat teknologi hanyalah alat, maka kitalah yang harus mengendalikan. Bukan justru perangkat teknologi itu yang mengendalikan kita,” kata Suhardi.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah periode 2016-2019 ini mendorong generasi muda terus menumbuhkan etos kerja sebab inilah bekal penting yang akan terus merawat asa untuk mengabdi di masyarakat.

suhardi sthi2

“Tanpa etos kerja, maka tak ada kinerja. Namun kinerja akan sia sia apabila tak seiring sejalan dengan spirit pengabdian. Karena hidup ini sejatinya adalah untuk mengabdi kepada Allah subhanahu wata’ala,” katanya kepada peserta dari berbagai kalangan muda ini.

Suhardi pada kesempatan itu juga memberikan semangat kepada para pemuda untuk serius dalam mengurus organisasi kepemudaan tempatnya bernaung karna inilah wadah bagi generasi muda melatih diri untuk terus meningkatkan pemahaman, keilmuan, pengamalan, dialektika, dan pengabdian.

Pria kelahiran Tolitoli ini juga menyampaikan bahwa selagi masih muda, masih berjiwa muda, maka manfaatkanlah fase tersebut dengan baik.

“Semua yang kita lakukan lewat organisasi pemuda ini, akan menjadikan kita semakin maju dan terus maju,” kata mahasiswa program magister di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta ini.

Kegiatan yang digelar sinergis ini ini juga dihadiri jajaran pengurus PW Pemuda Hidayatullah Sulteng yaitu Ketua, Fathun Mubin, S.Kom.l, Sekertaris, Fatwa S,M, dan hadir juga mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) dan universitas lainnya yang ada di Sulawesi Tengah.

Di akhir pemaparannya, Suhardi mengingatkan bahwa organisasi kepemudaan ibarat emas yang harus dirawat dengan baik, dimana ia begitu sangat mahal dan sangat berharga bagi seorang pemuda.

“Jadi jangan sampai masa muda kita terlewatkan begitu saja dan tidak memberikan apa-apa untuk bangsa dan agama,” tandas Suhardi dalam acara yang dipandu oleh tokoh millennial Tondo, Ahmad Suaib.

MAKRUF ALI

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Baca Terbaru

Iklan Layanan Masyarakatspot_img

Sayang Dilewatkan

- Banner Advertisement -spot_img