Lainnya
    Advertisement

    Maulid Nabi Momentum Kuatkan Gerakan Zakat Pilar Peradaban

    Baca Juga

    - Advertisement -
    20230927 112918

    JAKARTA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (SAW) merupakan momentum yang tepat untuk smeakin menguatkan gerakan zakat sebagai pilar peradaban.

    Demikianlah diantara poin materi dalam acara hybrid event Kuliah Peradaban 2023 bertajuk “Zakat sebagai Pilar Peradaban” yang digelar di Pusat Dakwah Hidayatullah, Cipinang Cempedak I/14, Otista, Polonia, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (27/9/2023).

    Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Ditzawa) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, pembicara dalam acara itu menyampaikan ihwal Maulid Nabi yang sejatinya memuat pesan kebangkitan untuk sampai pada harapan baru.

    - Advertisement -

    “Momentum memperingati maulid, itu kira kira awalnya munculnya secerca harapan baru. Sehingga ini juga harus kita jadikan momentum,” katanya.

    Prof Waryono kemudian menukil Maulid Barzanji, sebuah kitab yang membahas tentang kisah kehidupan Rasulullah yang ditulis oleh Sayyid Zainal ‘Abidin Ja’far bin Hasan bin ‘Abdul Karim al-Husaini asy-Syahzuri al-Barzanji.

    Dia menjelaskan, dalam Barzanji memuat pesan pesan tentang pentingnya menjaga usaha dan harapan agar sampai pada tujuan yang disimbolkan dengan padamnya api dan robohnya berhala.

    “Maka kira kira kita harus juga menandai perubahan itu dengan seperti itu. Jadi padamnya apa itu yang mengajak kepada kemungkaran. Kedua, bagaimana kita membunuh berhala berhala terutama yang menempel ke kita. Kata Nabi, kita baru pulang dari jihad kecil. Jihad akbar itu sepanjang hayat. Karena, yang paling berat itu bukan di luar kita tapi di dalam diri kita,” katanya.

    Karenanya, dia berharap, peringatan maulid Nabi ini hendaknya menjadi momentum untuk bagaimana kita bangkit bersama sama.

    Lebih jauh menurut Prof Waryono, zakat dan wakaf yang memang terdapat nash-nya tersebut akan betul betul menjadi faktor utama pengubah di masyarakat. Peranan tersebut menurutnya dapat tercapai dengan catatan, tidak ada tumpang tindih (overlapping), semua pihak siap bekerja sinergis, dan berorientasi target.

    “Maka dengan begitu, bisa bersaing. Bahkan sudah memikirkan mengadakan alat transportasi udara sendiri. Misalnya kalau LAZ sinergi, kayaknya kita bisa tuh beli pesawat,” katanya.

    Hybrid event Kuliah Peradaban 2023 bertajuk “Zakat Pilar sebagai Pilar Peradaban” yang digelar Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) bekerjasama dengan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah ini dihadiri juga oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah KH. Dr. Nashirul Haq, MA.

    Selain itu, hadir juga manajemen BMH diantaranya Direktur Supendi, Ketua Pengurus Firman ZA, Sekretaris Pengurus Dede Heri Bachtiar, Bendahara Abdul Chadjib Halik, Sekretaris Lembaga Eko Muliansyah, Direktur Perhimpunan Tri Winarno, Direktur Prodaya Zainal Abidin, dan Kepala Humas Imam Nawawi yang sekaligus memandu acara ini.

    - Advertisement -
    - Advertisement -spot_img
    - Advertisement -spot_img

    Baca Terbaru

    Iklan Layanan Masyarakatspot_img

    Sayang Dilewatkan

    - Banner Advertisement -spot_img