News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Kereta Api Menjadi Alternatif Transportasi Masyarakat Kaltim

Kereta Api Menjadi Alternatif Transportasi Masyarakat Kaltim

KALTIM.TV -- Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim HM Mukmin Faisyal HP menegaskan rencana pembangunan rel kereta api penumpang yang merupakan program Pemprov Kaltim dan Pemerintah Pusat, sebagai wujud dukungan pemerintah untuk menyediakan transportasi alternatif bagi masyarakat di daerah.

Pembangunan tersebut dinilai tidak akan mengganggu proses pembangunan rel kereta api yang sebelumnya dilakukan dilakukan investor dari Uni Emirat Arab (UEA) Ras Al Khaimah dan perusahaan patungan Rusia-Indonesia, yakni  PT Kereta Api Borneo (KAB).

“Bahkan kunjungan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak ke Rusia saat ini adalah bagian dari rangkaian untuk terus menjalin komunikasi lebih lanjut tentang pembangunan rel kereta api tersebut. Saya yakin dan percaya dengan pembangunan tersebut akan menjadi transportasi alternatif bagi masyarakat di daerah ini,” kata Mukmin Faisyal di Samarinda dikutip laman resmi Pemprov, Selasa, 22 September 2015

Mukmin menjelaskan, apa yang dilakukan Gubernur Kaltim ke Rusia untuk menindaklanjuti proses pembangunan rel kereta api tersebut agar lebih baik.

Selain itu, lanjut dia, adanya keinginan Pemerintah Pusat untuk membangunan rel kereta api penumpang diharapkan mampu memudahkan akses transportasi masyarakat antardaerah di Kalimantan yang menghubungkan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

“Kita ketahui pembangunan ini akan dimulai dari Kecamatan Tanjung di Kabupaten Paser. Kemudian dilanjutkan ke PPU, Balikpapan, Samarinda hingga ke Maloy Sangatta. Dari Samarinda juga akan menghubungkan ke Kutai Kartanegara hingga ke Kutai Barat. Itu rencana pembangunannya. Semoga ini dapat terwujud, sehingga akses transportasi di Kaltim semakin bervariasi,” jelasnya.

Menurut dia, apa yang diberikan pemerintah pusat adalah bagian dari perjuangan yang telah dilakukan saat ini, yaitu tuntutan otonomi khusus (otsus). Mukmin mengaku bangga, karena sebelum tuntutan tersebut disampaikan, pemerintah pusat lebih dulu berencana untuk membangun sarana infrastruktur yang lebih baik di daerah ini.

“Kita patut bersyukur karena pembangunan ini sepenuhnya menggunakan biaya APBN. Mulai dari pembebasan lahan hingga pembangunannya semua dilakukan pemerintah pusat yang rencananya dimulai tahun ini,” jelasnya.*

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.