News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Pemuda Desa Tinigi Bahu-membahu Bantu Korban Kebakaran Tolitoli

Pemuda Desa Tinigi Bahu-membahu Bantu Korban Kebakaran Tolitoli

TOLITOLI - Teladan mulia ditunjukkan oleh anak-anak muda di desa Tinigi yang bersama warga masyarakat desa lainnya bahu membahu melakukan penggalangan dana untuk membantu korban bencana kebakaran yang terjadi di kawasan Kompleks Pelabuhan Empang, Kelurahan Sidoarjo, Kabupaten Tolitoli.

Koordinator aksi penggalangan dana Pemuda Desa Tinigi, Haerudin Sukiman, mengatakan aksi peduli bencana yang dilakukan oleh pemuda dan warga desa itu merupakan bentuk rasa kepedulian terhadap saudara-saudara yang sedang diuji dengan musibah bencana kebakaran.

"Tadi pagi atas nama Pemuda Tinigi Peduli dan Pemerintah DesaTinigi bersama Polsek Kecamatan Galang telah menyalurkan donasi untuk tahap satu," kata Haerudin, Rabu (5/2/2020).

Adapun bantuan yang disalurkan adalah kepada dua titik posko pengungsian yang berada di Kecamatan Baolan itu.

Haerudin menyebutkan, total donasi keseluruhan yang terkumpul selama 2 har melakukan penggalangan dana di Desa Tinigi berjumlah Rp 26.750.500 yang diantaranya sudah termsuk bantuan langsung berupa beras dan sembako lainnya.

"Terimakasih untuk segenap masyarakat Desa Tinigi serta seluruh pihak terkait yang telah berkontribusi atas terlaksananya kegiatan penggalangan dana untuk korban bencana kebakaran ini. Mari terus doakan mereka agar diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini," kata anak muda yang juga pengasuh di Rumah Quran Kampung Hijrah Tolitoli ini.

Sebagaimana diwarta, si jago merah mengamuk di kawasan Jalan Bubara dan Lumba-lumba Kelurahan Sidoarjo, Kecamatan Baolan, Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah.

Kebakaran yang terjadi sejak Minggu 2 Februari 2020 pukul 23.00 WITA akhirnya bisa dipadamkan pada Senin (3/2/2020) sekitar pukul 03.15 WITA. Sebagian daerah penghasil cengkeh terbaik tersebut, kini rata dengan tanah.

Pemerintah Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari untuk menangani kondisi usai kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah di Kelurahan Sidoarjo ini.

Penetapan status tanggap darurat diambil setelah digelar rapat antara Pemkab Tolitoli bersama instansi terkait lainnya pada Senin siang, 3 Februari 2020.

Kepala BPBD Tolitoli, Nuralam, menyatakan status tersebut ditetapkan agar penanganan pascakebakaran terutama para pengungsi lebih terkoordinasi dan fokus. Selain itu, jumlah pengungsi yang mencapai 1.500 jiwa diakui Nuralam membutuhkan penanganan terpadu.

Berdasarkan data di Sekretariat Daerah Kabupaten Tolitoli, kebakaran yang melanda permukiman penduduk di Kelurahan Sidoarjo pada Minggu malam, 2 Februari 2020, membuat 385 rumah warga ludes sehingga 526 Kepala Keluarga atau lebih dari 1.500 jiwa terpaksa mengungsi.

RIZKY BUDIMAN

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.