Wanita Islam Ajak Masyarakat Waspadai Kekerasan Anak dan Perilaku LGBT

KIPIK ONLINE - Munculnya fenomena kaum Sodom umat nabi Luth dengan penyimpangan sosial lainnya, oleh Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI), membawa keprihatinan yang akan mengancam ketahanan keluarga dan masyarakat.

Fenomena penyimpangan perilaku masyarakat berupa Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender (LGBT), ungkap BMOIWI dalam surat pernyataan sikapnya, merupakan bahaya besar bagi ketahanan keluarga dan tatanan hidup beradab masyarakat.

Manakala fenomena ini kian marak digalakkan dalam bentuk kampanye dan propaganda yang menuntut pengakuan secara legitimasi maupun dalam mendapat kekuatan hukum untuk dilegalkan oleh negara. Selain itu, maraknya perilaku menyimpang yang juga sama meresahkan kita adalah pelecehan seksual dan kekerasan pada anak-anak.

Merespon hal tersebut, BMOIWI sebagai elemen perjuangan ummat yang terhimpun dari ormas-ormas Muslimah Indonesia menyelenggarakan kegiatan seminar pendidikan dengan tajuk Kekerasan Pada Anak dan  Hubungannya dengan perkembangan LGBT yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 08 Muharram 1436 H atau bertepatan tanggal 01 November 2014 di Wisma Haji, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Kegiatan seminar pendidikan kali ini mengundang 33 organisasi anggota yang bergabung di dalamnya. Adapun peserta yang hadir kurang lebih 74 orang mewakili organisasi Muslimat Hidayatullah, Muslimat Al Washliyah, Persistri, PII Wati, Muslimat Mathla’ul Anwar, Salimah, Wanita PUI, Wanita Islam, Wanita Syarikat Islam, Al Irsyad, Perwati, Wanita PUI, Wanita Guppi, Aisyiah, Kohati, BKMT, Forsap, Sepmiwati, KBIM, Alhidayah, dan Angkatan Putri Alwashliyah.

Menurut BMOIWI, semakin menjamurnya kasus pelecehan seksual dan kekerasan pada anak-anak yang bahkan sudah memasuki institusi pendidikan oleh oknum-oknum pendidik sungguh menampar pipi kita. Maka dari itu, BMOIWI ingin mengajak masyarakat untuk lebih aware dengan gejala-gejala persoalan masyarakat berupa perilaku-perilaku menyimpang di atas karena yang akan menjadi korban adalah generasi muda harapan bangsa.

Mengenai hal ini, ormas Islam harus mengambil peran sebagai bentuk kepedulian sosial dan perjuangan dakwah.

“Ormas Islam harus mengambil peran sebagai bentuk kepedulian sosial dan perjuangan dakwah mengatasi masalah keummatan di mana gejala LGBT ini terjadi di lingkungan kita di mana umat Islam khususnya adalah mayoritas”, himbau Dra. Sabriati Aziz, M. Pd.I selaku ketua Presidium BMOIWI.

Peran ormas Islam, lanjut alumni Universitas Ibnu Khaldun Bogor ini, antara lain sebagai tameng untuk melindungi umat dari perilaku yang menyimpang seperti LGBT, memberikan edukasi kepada masyarakat, bekerja sama dengan semua elemen bangsa, sosialisasi tentang bahaya LGBT, mengaktifkan jejaring, mempersatukan persepsi dalam menyatakan sikap memerangi penyimpangan perilaku LGBT. (SLM)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel