Kaltim Bakal Miliki Technopark Terbesar di Indonesia

KALTIMTODAY -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo membawa kabar gembira saat kunjungannya ke Kaltim, Jumat kemarin (17/4) lalu.

Di depan peserta Forum Regional Kemaritiman yang digelar di Guest House Pemprov Kaltim di Balikpapan itu, Menko Indroyono mengungkapkan, pihaknya sangat serius mewujudkan pembangunan Marine Technopark di Buluminung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Kaltim menjadi satu dari empat provinsi yang akan menjadi target Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman untuk membangun technopark skala besar nasional. Program ini menjadi bagian terpenting dari program pembangunan 100 technopark di seluruh wilayah Indonesia.

Dan, Kaltim beruntung karena dinilai paling potensial untuk pengembangan technopark skala besar nasional yang di Indonesia hanya akan dibangun 4 technopark.

"Marine Technopark di PPU ini desain awalnya sudah ada dan insyaallah tahun ini sudah masuk dalam buku biru Bappenas. Kalau tahun ini sudah masuk, maka selain dengan dana APBN dan APBD, kerjasama luar negeri juga akan kita lakukan. Sejumlah negara seperti seperti Perancis dan Bank Dunia juga ingin ikut bergabung," kata Menko Indroyono saat memberi arahan.

Dalam technopark itu nantinya, lanjut Indroyono akan disiapkan 12 kapal riset dan survei. Kawasan technopark itu merupakan kawasan industri yang akan didukung dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Industri yang akan menjadi konsentrasi pihaknya adalah industri migas.

"Mumpung kita masih punya industri migas, maka itu yang akan kita spin off dengan dukungan iptek. Industri olahan migas dan mineral bisa dilakukan. Jadi nilai tambahnya ada di sini," tegas Indroyono.

Dia melanjutkan, bahwa Indonesia sudah berkecimpung di  industri migas ini lebih dari 70 tahun, namun barang dan jasa untuk industri migas masih belum mencapai 50 persen kandungan lokal. Sebagian besar masih didapat dengan impor. Contoh pompa angguk, bor, bahkan lumpur bor pun masih impor.

"Untuk pengembangan industri migas dari Penajam inilah yang nantinya kita harapkan," tegasnya lagi.

Selain itu, Indroyono berharap agar ada sinergi terkait pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Kabupaten PPU dan Kota Balikpapan. Harapannya,  saat 2019 technopark ini bisa dirampungkan, maka secara bersamaan jembatan itu pun bisa diselesaikan sehingga akan saling mendukung.

Gubernur Awang Faroek Ishak yang juga hadir dalam Forum Regional Kemaritiman tersebut menyambut baik perhatian Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman tersebut. Apalagi, Gubernur telah sejak lama meminta pemerintah pusat untuk membuat kebijakan yang melarang ekspor produk mentah ke luar negeri sebelum diolah di daerah agar memberi nilai tambah bagi masyarakat setempat.

"Rencana ini sangat sejalan dengan komitmen kita agar tidak ada lagi bahan mentah yang keluar dari Kaltim. Kita harus bangun lebih banyak industri untuk mengolah migas, batubara dan hasil alam Kaltim lainnya agar lebih bernilai tambah. Kehadiran technopark ini tentu akan sangat membantu daerah ini," kata Gubernur.

Forum Regional Kemaritiman ini dihadiri perwakilan instansi terkait dari 11 provinsi yang berada dalam Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.  Usai menghadiri forum tersebut, Menko Indroyono Soesilo juga melakukan peninjauan lapangan ke rencana lokasi pembangunan Marine Technopark di Buluminung, PPU.  (sul/hmsprov)

FOTO: Menko Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo dan Gubernur Awang Faroek Ishak (tengah) bersama peserta pertemuan Forum Regional Maritim, dan ketika Gubernur member kenang-kenangan berupa patung Lembuswana kepada Menko Bidang Kemaritiman. (johan/humasprov kaltim).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel